Ekstrem Perubahan Iklim

Anomali Suhu Udara Rata-Rata Bulan Juni 2022

Berdasarkan data dari 86 stasiun pengamatan BMKG, normal suhu udara bulan Juni periode 1991-2020 di Indonesia adalah sebesar 26.79 oC (dalam range normal 21.4 oC - 28.7 oC) dan suhu udara rata-rata bulan Juni 2022 adalah sebesar 26.73 oC. Berdasarkan nilai-nilai tersebut, anomali suhu udara rata-rata pada bulan Juni 2022 menunjukkan anomali negatif dengan nilai sebesar -0.06 oC. Anomali suhu udara Indonesia pada bulan Juni 2022 ini merupakan nilai anomali tertinggi ke-22 sepanjang periode data pengamatan sejak 1981.

Anomali suhu udara rata-rata per-stasiun pada bulan Juni 2022 yang diperoleh dari 86 stasiun pengamatan BMKG di Indonesia umumnya menunjukkan nilai anomali negatif (lebih dingin dari rata-rata klimatologisnya) di hampir seluruh wilayah Indonesia bagian barat dan anomali positif (lebih panas dari rata-rata klimatologisnya) di wilayah Indonesia tengah ke timur. Anomali maksimum tercatat di Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda - Sumba Timur (sebesar 1.2 oC), sedangkan anomali minimum tercatat di Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II - Pekanbaru (sebesar -0.9 oC).

Perbedaan (selisih) suhu udara rata-rata bulan Juni 2022 dengan bulan Mei 2022 yang diperoleh dari 85 stasiun pengamatan BMKG di Indonesia umumnya menunjukkan penurunan suhu (nilai negatif). Peningkatan suhu terbesar tercatat di Stasiun Meteorologi Naha - Tahuna (sebesar 0.4 °C), sedangkan penurunan suhu terbesar tercatat di Stasiun Meteorologi Paloh - Sambas (sebesar -1.5 °C).

 

Anomali Suhu Udara Rata-rata Tahunan

Anomali suhu udara tahunan adalah perbandingan suhu udara pada tahun tertentu, relatif terhadap rata-rata periode normal (dalam hal ini adalah rentang waktu tahun 1981-2010). Berdasarkan data dari 89 stasiun pengamatan BMKG, normal suhu udara periode 1981-2010 di Indonesia adalah sebesar 26.6 oC dan suhu udara rata-rata tahun 2021 adalah sebesar 27.0 oC.

Untuk wilayah Indonesia secara keseluruhan, tahun 2016 merupakan tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0.8 °C sepanjang periode pengamatan 1981 hingga 2020. Tahun 2021 sendiri menempati urutan ke-8 tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0.4 °C, sementara tahun 2020 dan 2019 berada di peringkat kedua dan ketiga dengan nilai anomali sebesar 0.7 °C dan 0.6 °C. Sebagai perbandingan, informasi suhu rata-rata global yang dirilis World Meteorological Organization (WMO) di laporan terakhirnya pada awal Desember 2020 juga menempatkan tahun 2016 sebagai tahun terpanas (peringkat pertama).

Anomali suhu udara rata-rata per-stasiun pada tahun 2021 yang diperoleh dari 89 stasiun pengamatan BMKG di Indonesia hampir seluruhnya menunjukkan nilai anomali positif, dengan hanya sebagian kecil yang memiliki nilai anomali negatif. Anomali maksimum tercatat di Stasiun Meteorologi Sentani - Jayapura (sebesar 1.4 oC), sedangkan anomali minimum tercatat di Stasiun Meteorologi Dumatubun Tual - Maluku Tenggara (sebesar -0.3 oC).

Perbedaan (selisih) suhu udara rata-rata tahun 2021 dengan tahun 2020 yang diperoleh dari 89 stasiun pengamatan BMKG menunjukkan nilai perbedaan negatif yang dominan diseluruh wilayah Indonesia, sehingga dapat diartikan bahwa suhu udara rata-rata tahun 2021 cenderung lebih dingin dibandingkan tahun 2020. Perbedaan positif terbesar tercatat di Stasiun Meteorologi Sentani - Jayapura (sebesar 0.4 °C), sedangkan perbedaan negatif terbesar tercatat di Stasiun Meteorologi Syukuran Aminudin Amir - Sulawesi Tengah (sebesar -0.6 °C).

 

 

Gempabumi Terkini

  • 17 Agustus 2022, 19:01:14 WIB
  • 4.4
  • 7 km
  • 1.57 LS - 139.13 BT
  • Pusat gempa berada di laut 53 km timur Laut Sarmi
  • Dirasakan (Skala MMI): II Sarmi
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di laut 53 km timur Laut Sarmi
  • Dirasakan (Skala MMI): II Sarmi
  • Selengkapnya →

Siaran Pers