Ekstrem Perubahan Iklim

Anomali Suhu Udara Rata-Rata Bulan Maret 2021

Berdasarkan data dari 85 stasiun pengamatan BMKG, normal suhu udara bulan Maret periode 1981-2010 di Indonesia adalah sebesar 26.7 oC (dalam range normal 21.2 oC - 28.5 oC) dan suhu udara rata-rata bulan Maret 2021 adalah sebesar 26.9 oC. Berdasarkan nilai-nilai tersebut, anomali suhu udara rata-rata pada bulan Maret 2021 merupakan anomali positif dengan nilai sebesar 0.2 oC. Anomali suhu udara Indonesia pada bulan Maret 2021 ini merupakan nilai anomali tertinggi ke-14 sepanjang periode data pengamatan sejak 1981.

Anomali suhu udara rata-rata per-stasiun pada bulan Maret 2021 yang diperoleh dari 85 stasiun pengamatan BMKG di Indonesia umumnya menunjukkan nilai anomali positif, dengan hanya sebagian kecil yang menunjukkan nilai anomali negatif. Anomali maksimum tercatat di Stasiun Meteorologi Maritim Serang - Banten (sebesar 0.8 oC), sedangkan anomali minimum tercatat di Stasiun Meteorologi Karel Sadsuitubun - Maluku Tenggara (sebesar -0.8 oC).

Perbedaan (selisih) suhu udara rata-rata bulan Maret 2021 dengan bulan Februari 2021 yang diperoleh dari 77 stasiun pengamatan BMKG di Indonesia menunjukkan komposisi nilai positif dan nilai negatif yang relatif seimbang. Perbedaan positif terbesar tercatat di Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas - Semarang (sebesar 1.2 °C), sedangkan perbedaan negatif terbesar tercatat di Stasiun Meteorologi FL Tobing - Tapanuli Tengah (sebesar -1.1 °C).

 

Anomali Suhu Udara Rata-rata Tahunan

Anomali suhu udara tahunan adalah perbandingan suhu udara pada tahun tertentu, relatif terhadap rata-rata periode normal (dalam hal ini adalah rentang waktu tahun 1981-2010). Berdasarkan data dari 91 stasiun pengamatan BMKG, normal suhu udara periode 1981-2010 di Indonesia adalah sebesar 26.6 oC dan suhu udara rata-rata tahun 2020 adalah sebesar 27.3 oC.

Untuk wilayah Indonesia secara keseluruhan, tahun 2016 merupakan tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0.8 °C sepanjang periode pengamatan 1981 hingga 2020. Tahun 2020 sendiri menempati urutan kedua tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0.7 °C, dengan tahun 2019 berada di peringkat ketiga dengan nilai anomali sebesar 0.6 °C. Sebagai perbandingan, informasi suhu rata-rata global yang dirilis World Meteorological Organization (WMO) di laporan terakhirnya pada awal Desember 2020 juga menempatkan tahun 2016 sebagai tahun terpanas (peringkat pertama), dengan tahun 2020 sedang on-the-track menuju salah satu dari tiga tahun terpanas yang pernah dicatat.

Anomali suhu udara rata-rata per-stasiun pada tahun 2020 yang diperoleh dari 91 stasiun pengamatan BMKG di Indonesia hampir seluruhnya menunjukkan nilai anomali positif, dengan hanya sebagian kecil yang memiliki nilai anomali negatif. Anomali maksimum tercatat di Stasiun Klimatologi Seram Bagian Barat (sebesar 1.6 oC), sedangkan anomali minimum tercatat di Stasiun Meteorologi Karel Sadsuitubun - Maluku Tenggara (sebesar -0.2 oC).

Perbedaan (selisih) suhu udara rata-rata tahun 2020 dengan tahun 2019 yang diperoleh dari 91 stasiun pengamatan BMKG di Indonesia menunjukkan nilai yang cukup beragam dengan komposisi perbandingan yang relatif seimbang antara jenis perbedaan positif dan jenis perbedaan negatif. Perbedaan positif terbesar tercatat di Stasiun Klimatologi Seram Bagian Barat (sebesar 1.3 °C), sedangkan perbedaan negatif terbesar tercatat di Stasiun Meteorologi Mozez Kilangin - Mimika (sebesar -0.4 °C).

 

 

Gempabumi Terkini

  • 20 Apr 2021, 08:35 WIB
  • 5.1
  • 122 km
  • 6.15 LS - 130.35 BT
  • 228 km BaratLaut MALUKUTENGGARABRT
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →

Siaran Pers