Ekstrem Perubahan Iklim

Anomali Suhu Udara Rata-rata Bulan Oktober 2020

Berdasarkan data dari 88 stasiun pengamatan BMKG, normal suhu udara bulan Oktober periode 1981-2010 di Indonesia adalah sebesar 27.0 oC (dalam range normal 21.3 oC - 29.8 oC) dan suhu udara rata-rata bulan Oktober 2020 adalah sebesar 27.4 oC. Berdasarkan nilai-nilai tersebut, anomali suhu udara rata-rata pada bulan Oktober 2020 merupakan anomali positif dengan nilai sebesar 0.4 oC. Anomali suhu udara Indonesia pada bulan Oktober 2020 ini merupakan anomali tertinggi kesembilan sepanjang periode data pengamatan tersebut.

Anomali suhu udara rata-rata per-stasiun pada bulan Oktober 2020 yang diperoleh dari 88 stasiun pengamatan BMKG di Indonesia umumnya menunjukkan nilai anomali positif, terutama pada wilayah Indonesia bagian barat, dengan sebagian kecil menunjukkan anomali negatif, terutama pada wilayah Indonesia bagian timur. Anomali maksimum tercatat di Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah - Tanjungpinang (sebesar 1.4 oC), sedangkan anomali minimum tercatat di Stasiun Meteorologi Banyuwangi (sebesar -0.8 oC).

Perbedaan (selisih) suhu udara rata-rata bulan Oktober 2020 dengan bulan September 2020 yang diperoleh dari 88 stasiun pengamatan BMKG di Indonesia menunjukkan nilai yang cukup beragam dengan perbandingan yang relatif seimbang antara jenis perbedaan positif dan jenis perbedaan negatif. Perbedaan positif terbesar tercatat di Stasiun Meteorologi Syukuran Aminudin Amir - Banggai (sebesar 1.2 °C), sedangkan perbedaan negatif terbesar tercatat di Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan (sebesar -0.6 °C).

 

 

 

Analisis Anomali Suhu Udara Rata-rata Tahunan

Anomali suhu udara adalah perbandingan suhu udara pada tahun tertentu, relatif terhadap periode normal, dalam hal ini adalah rentang waktu tahun 1981-2010. Data observasi dari stasiun-stasiun BMKG dalam setiap provinsi dirata-ratakan sebagai nilai anomali suhu provinsi masing-masing. Data menunjukkan, bahwa untuk wilayah Indonesia, tahun 2016 merupakan tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0.8°C sepanjang periode pengamatan. Sedangkan tahun 2019 sendiri menempati urutan kedua dengan anomali sebesar 0.58°C, dan tahun 2015 di peringkat ketiga dengan anomali 0.5°C.

Sebagai perbandingan, data nilai suhu rata-rata global juga menempatkan tahun 2016 sebagai tahun terpanas (peringkat pertama) dan tahun 2019 tercatat sebagai tahun terpanas kedua.

Gempabumi Terkini

  • 25 Nov 2020, 22:20 WIB
  • 5.4
  • 77 km
  • 1.85 LU - 127.28 BT
  • Pusat gempa berada di laut 64 km Barat laut, Halmahera Barat
  • Dirasakan (Skala MMI): II Siau
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di laut 64 km Barat laut, Halmahera Barat
  • Dirasakan (Skala MMI): II Siau
  • Selengkapnya →

Siaran Pers