Gempa Bumi M7,4 – 113 km BaratLaut LARANTUKA-NTT

Gempa bumi berpotensi tsunami M 7,4 di 113 km BaratLaut LARANTUKA-NTT

Kembali ke daftar Berpotensi Tsunami

P.D. Tsunami-3.1

113 km BaratLaut LARANTUKA-NTT

Magnitudo

7,4

Kedalaman

10 km

Koordinat

7,59 LS - 122,24 BT

Informasi BMKG

Pemutakhiran Peringatan Dini, Tsunami akibat gempa Mag:7.4 (113 km BaratLaut LARANTUKA-NTT) , telah terdeteksi di MARAPOKOT (10:36WIB) 0.07m, REO (10:39WIB) 0.07m::BMKG

— Waktu rilis: 14 Dec 2021 • 11.24.46 WIB

Tsunami Telah Terdeteksi Berdasarkan Pengamatan Muka Air Laut

Lokasi (Lat, Lon) Waktu Ketinggian (m)
MARAPOKOT
(-8.51, 121.32)
14 Dec 2021
10:36 WIB
0.07
REO
(-8.28, 120.45)
14 Dec 2021
10:39 WIB
0.07

Daerah Berpotensi Tsunami Berdasarkan Pemodelan

Peringatan Provinsi Kota/Kabupaten Estimasi Waktu Tiba
WASPADANTTFLORES-TIMUR BAGIAN UTARA14 Dec 2021
10:20:22 WIB
WASPADANTTPULAU SIKKA14 Dec 2021
10:20:22 WIB
WASPADANTTSIKKA BAGIAN UTARA14 Dec 2021
10:20:22 WIB
WASPADANTTPULAU LEMBATA14 Dec 2021
10:36:37 WIB
  • AWASPemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status "Awas" diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi menyeluruh.
  • SIAGAPemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status "Siaga" diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi.
  • WASPADAPemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status "Waspada" diharap memperhatikan dan menjauhi pantai dan tepian sungai.

Siaran Pers

GEMPABUMI TEKTONIK M7,4 DI LAUT FLORES, KEPULAUAN SELAYAR, POTENSI TSUNAMI

Kejadian dan Parameter Gempabumi:

Hari Selasa 14 Desember 2021 10.20.23 WIB wilayah Pantai Tenggara Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo  M7,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,59° LS ; 122,24° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 24 Km arah Tenggara Pasilambena, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada kedalaman 10 km.

Jenis dan Mekanisme Gempabumi:

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng / sesar aktif / aktivitas swarm. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser ( strike-slip ), dengan parameter bidang nodal 1 yaitu strike 110.36°, dip 79.36°, rake -160.22° dan bidang nodal 2 yaitu strike 16.57°, dip 70.58°, rake -11.29°.

Dampak Gempabumi:

Gempabumi ini dirasakan di Kota [NAMA_KOTA] dengan skala intensitas [I s.d XII] MMI ([Deskripsi Intensitas Dampak/Dirasakan]). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Pasilambena, Kepulauan Selayar dengan skala intensitas VI - VII MMI (Tiap-Tiap orang keluar rumah, kerusakan ringan pada bangunan kontruksi baik), daerah Alok, Sikka dengan skala intensitas VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar), daerah Alok Timur, Sikka dengan skala intensitas V - VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar), daerah Kota Maumere dengan skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), daerah Kota Larantuka dengan skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), daerah Kota Ende dengan skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), daerah Kota Mbay dengan skala intensitas IV - V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun) dan daerah Kota Lewoleba dengan skala intensitas IV - V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini BERPOTENSI TSUNAMI, dengan tingkat ancaman WASPADA di Flores-Timur Bagian Utara ( Waktu Tiba 10:20:22 WIB ), Pulau Sikka ( Waktu Tiba 10:20:22 WIB ), Sikka Bagian Utara ( Waktu Tiba 10:20:22 WIB ) dan Pulau Lembata ( Waktu Tiba 10:36:37 WIB ). Hasil monitoring sensor tinggi muka laut menunjukkan adanya kenaikan muka air laut setinggi 7 cm di MARAPOKOT pukul 10:36 WIB dan 7 cm di REO pukul 10:39 WIB.

Gempabumi Susulan:

Hingga Selasa 25 Januari 2022 08.29.31 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Rekomendasi:

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Pemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status "Awas" diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi menyeluruh, pada status "Siaga" diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi, dan pada status "Waspada" diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (https://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.*

Jakarta, 25 Januari 2022

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG

BAMBANG SETIYO PRAYITNO, M.Si

Peta peringatan dini tsunami

Peta Perkiraan Tinggi Muka Laut Maksimum

Peta guncangan gempa bumi

Peta Guncangan Gempa Bumi

Hubungi via WhatsApp