Gempa Bumi M7,1 – 137 km BaratLaut JAILOLO-MALUT

Gempa bumi berpotensi tsunami M 7,1 di 137 km BaratLaut JAILOLO-MALUT

Kembali ke daftar Berpotensi Tsunami

P.D. Tsunami-3.2

137 km BaratLaut JAILOLO-MALUT

Magnitudo

7,1

Kedalaman

73 km

Koordinat

1,67 LU - 126,39 BT

Informasi BMKG

Pemutakhiran Peringatan Dini, Tsunami akibat gempa Mag:7.1 (137 km BaratLaut JAILOLO-MALUT) , telah terdeteksi di Bitung (00:08WIB) 0.10m, Jailolo (23.43WIB) 0.09m, Ternate (23:43WIB) 0.06m::BMKG

— Waktu rilis: 15 Nov 2019 • 01.33.09 WIB

Tsunami Telah Terdeteksi Berdasarkan Pengamatan Muka Air Laut

Lokasi (Lat, Lon) Waktu Ketinggian (m)
Bitung
(1.439, 125.19)
15 Nov 2019
00:08 WIB
0.1
Jailolo
(1.057, 127.47)
14 Nov 2019
23.43 WIB
0.09
Ternate
(0.782, 127.388)
14 Nov 2019
23:43 WIB
0.06

Daerah Berpotensi Tsunami Berdasarkan Pemodelan

Peringatan Provinsi Kota/Kabupaten Estimasi Waktu Tiba
WASPADASULUTMINAHASA-UTARA BAGIAN SELATAN14 Nov 2019
23:17:43 WIB
WASPADASULUTMINAHASA-UTARA BAGIAN SELATAN14 Nov 2019
23:17:43 WIB
  • AWASPemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status "Awas" diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi menyeluruh.
  • SIAGAPemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status "Siaga" diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi.
  • WASPADAPemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status "Waspada" diharap memperhatikan dan menjauhi pantai dan tepian sungai.

Siaran Pers

GEMPABUMI TEKTONIK M7,1 DI PULAU BATANG DUA, TERNATE, MALUKU UTARA, POTENSI TSUNAMI

Kejadian dan Parameter Gempabumi:

Hari Kamis 14 November 2019 23.17.43 WIB wilayah Pantai Utara Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo  M7,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,67° LU ; 126,39° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 30 Km arah Utara Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara pada kedalaman 73 km.

Jenis dan Mekanisme Gempabumi:

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng / sesar aktif / aktivitas swarm. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser ( strike-slip ), dengan parameter bidang nodal 1 yaitu strike 216.38°, dip 53.71°, rake 100.8° dan bidang nodal 2 yaitu strike 18.52°, dip 37.65°, rake 75.69°.

Dampak Gempabumi:

Gempabumi ini dirasakan di Kota [NAMA_KOTA] dengan skala intensitas [I s.d XII] MMI ([Deskripsi Intensitas Dampak/Dirasakan]). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Pulau Batang Dua, Kota Ternate dengan skala intensitas VI - VII MMI (Tiap-Tiap orang keluar rumah, kerusakan ringan pada bangunan kontruksi baik), daerah Biaro, Kep. Siau Tagulandang Biaro dengan skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), daerah Tagulandang Selatan, Kep. Siau Tagulandang Biaro dengan skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), daerah Kota Jailolo dengan skala intensitas IV - V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), daerah Kota Ternate dengan skala intensitas IV - V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), daerah Kota Bitung dengan skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), daerah Kota Tidore dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) dan daerah Kota Ondong dengan skala intensitas IV - V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini BERPOTENSI TSUNAMI, dengan tingkat ancaman WASPADA di Minahasa-Utara Bagian Selatan ( Waktu Tiba 23:17:43 WIB ). Hasil monitoring sensor tinggi muka laut menunjukkan adanya kenaikan muka air laut setinggi 10 cm di Bitung pukul 00:08 WIB, 9 cm di Jailolo pukul 23.43 WIB dan 6 cm di Ternate pukul 23:43 WIB.

Gempabumi Susulan:

Hingga Kamis 20 Januari 2022 07.13.36 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Rekomendasi:

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Pemerintah Propinsi/Kab/Kota yang berada pada status "Awas" diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi menyeluruh, pada status "Siaga" diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi, dan pada status "Waspada" diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (https://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.*

Jakarta, 20 Januari 2022

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG

BAMBANG SETIYO PRAYITNO, M.Si

Peta peringatan dini tsunami

Peta Perkiraan Tinggi Muka Laut Maksimum

Peta guncangan gempa bumi

Peta Guncangan Gempa Bumi

Hubungi via WhatsApp