Gempa Bumi M6,2 – 38 km BaratLaut PULAUMOROTAI-MALUT
Gempa bumi M 6,2 di 38 km BaratLaut PULAUMOROTAI-MALUT, Tidak Berpotensi Tsunami
Kembali ke daftar M 5,0+
38 km BaratLaut PULAUMOROTAI-MALUT
Magnitudo
6,2
Kedalaman
145 km
Koordinat
2,52 LU - 128,09 BT
Saran BMKG
Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi
— Waktu rilis: 14 Sep 2026 • 18.01.04 WIB
Siaran Pers
GEMPABUMI TEKTONIK M6,2 DI HALMAHERA UTARA, MALUKU UTARA TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI
Hari Senin, 14 September 2026, pukul 17.58.04 WIB, wilayah timur laut Pulau Doi, Halmahera Utara, Maluku Utara diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,9 pada kedalaman 147 km . Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,52° LU ; 128,17° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 50 km timur laut Pulau Doi, Maluku Utara. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI .
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat akibat adanya aktivitas deformasi dalam Lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan ( shakemap ), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
1. IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ) di Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai; Morotai Jaya, Pulau Morotai; Loloda Utara, Halmahera Utara; Kota Daruba; Kota Tobelo
2. III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ) di Kota Jailolo; Kota Ternate
Hingga pukul 18.15.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan ( aftershock ).
BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat. Himbauan kepada masyarakat:
Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau https://inatews.bmkg.go.id/web/detail?name=20260914180104&day=578), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.*
Jakarta, 14 September 2026
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG
Dr. WIJAYANTO, S.T., M.Sc.
