Gempa Bumi M5,5 – 65 km Tenggara HALMAHERATENGAH-MALUT
Gempa bumi M 5,5 di 65 km Tenggara HALMAHERATENGAH-MALUT, Tidak Berpotensi Tsunami
Kembali ke daftar M 5,0+
65 km Tenggara HALMAHERATENGAH-MALUT
Magnitudo
5,5
Kedalaman
10 km
Koordinat
0,26 LU - 128,92 BT
Saran BMKG
Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi
— Waktu rilis: 1 Sep 2026 • 15.25.01 WIB
Siaran Pers
GEMPABUMI TEKTONIK M5,5 DI LAUT HALMAHERA TENGAH, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI
Hari Selasa, 1 September 2026, pukul 15:22:21 WIB wilayah Laut Halmahera Tengah, diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,4 pada kedalaman 10 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,26° LU ; 128,91° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 64 km tenggara Halmahera Tengah, Maluku Utara. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
- V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun) di Patani, Halmahera Tengah; Patani Utara, Halmahera Tengah
- IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) di Patani Timur, Halmahera Tengah
- III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu) di Kota Maba; Kota Weda; Kota Tidore; Kota Ternate; Kota Jailolo
Hingga pukul 15:45 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat. Himbauan kepada masyarakat:
- Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
- Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau https://inatews.bmkg.go.id/web/detail?name=20260901152501&day=578), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.*
Jakarta, 1 September 2026
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG
Dr. WIJAYANTO, S.T., M.Sc.
