Gempa Bumi M5,3 – 52 km TimurLaut NAGEKEO-NTT
Gempa bumi M 5,3 di 52 km TimurLaut NAGEKEO-NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Kembali ke daftar M 5,0+
52 km TimurLaut NAGEKEO-NTT
Magnitudo
5,3
Kedalaman
10 km
Koordinat
8,21 LS - 121,38 BT
Saran BMKG
Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi
— Waktu rilis: 21 Aug 2026 • 01.15.16 WIB
Siaran Pers
GEMPABUMI TEKTONIK M5,3 DI FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI
Hari Jum’at, 21 Agustus 2026, pukul 01:12:55 WIB wilayah Flores, Nusa Tenggara timur diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5.2 pada kedalaman 23 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,38° LS; 120,60° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 41 km arah timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( Thrust fault ).
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan ( shakemap ), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
1. IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) di Sambi Rampas, Manggarai Timur; Reok, Manggarai; Kota Ruteng
2. III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu) di Kota Borong; Kota Bajawa; Kota Mbay
3. II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) di Kota Labuan Bajo
Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempabumi M7.7 di Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 05.58.23 WIB. Hingga tanggal 20 Agustus 2026, pukul 23.00.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 4084 aktivitas gempa bumi susulan ( aftershock ), dengan magnitudo terbesar M6.2.
BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.
Himbauan kepada masyarakat:
- Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
- Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau https://inatews.bmkg.go.id/web/detail?name=20260820163345&day=578, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg.
Jakarta, 21 Agustus 2026
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG
Dr. WIJAYANTO, S.T., M.Sc.
