Gempa Bumi M5,5 – 68 km BaratLaut SERAMBAGIANTIMUR-MALUKU
Gempa bumi M 5,5 di 68 km BaratLaut SERAMBAGIANTIMUR-MALUKU, Tidak Berpotensi Tsunami
Kembali ke daftar M 5,0+
68 km BaratLaut SERAMBAGIANTIMUR-MALUKU
Magnitudo
5,5
Kedalaman
11 km
Koordinat
2,81 LS - 130,22 BT
Saran BMKG
Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi
— Waktu rilis: 1 Aug 2026 • 03.21.42 WIB
Siaran Pers
GEMPABUMI TEKTONIK M5.5 DI SERAM BAGIAN TIMUR, MALUKU TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI
Hari Sabtu, 01 Agustus 2026, pukul 03:19:29 WIB wilayah Pantai Utara Seram Bagian Timur, Maluku diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5.3 pada kedalaman 14 km . Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2.84° LS; 130.23° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 41 Km arah barat laut Seram Bagian Timur, Maluku. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI .
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas penyesaran di zona Seram Fold and Thrust Belt . Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan ( shakemap ), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
1. IV MMI ( Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi ) di Bula Barat, Seram Bagian Timur; Seram Utara Timur Seti, Maluku Tengah; Bula, Seram Bagian Timur
Hingga pukul 03:45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 (dua) aktivitas gempa bumi pendahuluan ( foreshock ), dengan magnitudo terbesar M4.8 dan adanya 2 (dua) aktivitas gempa bumi susulan ( aftershock ), dengan magnitudo terbesar M4.6.
BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.
Himbauan kepada masyarakat:
1. Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
2. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau https://inatews.bmkg.go.id/web/detail?name=20260801032142&day=578, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg.
Jakarta, 01 Agustus 2026
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG
Dr. WIJAYANTO, S.T., M.Sc.
