Gempa Bumi M5,3 – 187 km BaratLaut KEP-SANGIHE-SULUT

Gempa bumi M 5,3 di 187 km BaratLaut KEP-SANGIHE-SULUT, Tidak Berpotensi Tsunami

Kembali ke daftar M 5,0+

Tidak Berpotensi Tsunami

187 km BaratLaut KEP-SANGIHE-SULUT

Magnitudo

5,3

Kedalaman

10 km

Koordinat

5,27 LU - 125,11 BT

Saran BMKG

Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi

— Waktu rilis: 29 Jul 2026 • 20.26.32 WIB

Siaran Pers

GEMPABUMI TEKTONIK M5.3 DI KEPULAUAN SANGIHE, SULAWESI UTARA, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

Hari Rabu, 29 Juli 2026, pukul 20:23:55 WIB wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5.3 pada kedalaman 25 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5.24° LU; 125.20° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 183 Km arah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi di Cotabato Trench. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan ( shakemap ), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:

1. IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi) di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe.

2. III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Kendahe, Kepulauan Sangihe dan Miangas, Kepulauan Talaud

Hingga pukul 20:45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan ( aftershock ).

BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.

Himbauan kepada masyarakat:

1. Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

2. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau https://inatews.bmkg.go.id/web/detail?name=20260729202632&day=578, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg.

Jakarta, 29 Juli 2026

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG

Dr. WIJAYANTO, S.T., M.Sc.

Peta Guncangan

Peta Guncangan

Hubungi via WhatsApp