Gempa Bumi M5,5 – 19 km BaratDaya KAB-KUPANG-NTT
Gempa bumi M 5,5 di 19 km BaratDaya KAB-KUPANG-NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Kembali ke daftar M 5,0+
19 km BaratDaya KAB-KUPANG-NTT
Magnitudo
5,5
Kedalaman
26 km
Koordinat
10 LS - 123,71 BT
Saran BMKG
Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi
— Waktu rilis: 26 Jul 2026 • 18.00.20 WIB
Siaran Pers
GEMPABUMI TEKTONIK M5,5 DI KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI
Hari Minggu, 26 Juli 2026, pukul 17.57.43 WIB wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5.3 pada kedalaman 44 km . Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 10,16° LS ; 123,77° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 18 km timur laut Kupang, Nusa Tenggara Timur. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI .
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan ( shakemap ), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas :
1. V MMI ( Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang, dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti .) di Sulamu, Kabupaten Kupang; Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang; Kupang Timur, Kabupaten Kupang; Kota Oelamasi
2. IV MMI ( Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan .) di Kota Kupang Kota Soe; Kota Kefamenanu; Kota Baa
Hingga pukul 18.24.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan ( aftershock ).
Himbauan kepada masyarakat:
1. Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
2. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website InaTEWS - BMKG (Indonesia Tsunami Early Warning System) dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg.*
Jakarta, 26 Juli 2026
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG
Dr. WIJAYANTO, S.T., M.Sc.
