Gempa Bumi M5,5 – 24 km BaratLaut SARMI-PAPUA
Gempa bumi M 5,5 di 24 km BaratLaut SARMI-PAPUA, Tidak Berpotensi Tsunami
Kembali ke daftar M 5,0+
24 km BaratLaut SARMI-PAPUA
Magnitudo
5,5
Kedalaman
10 km
Koordinat
2,37 LS - 139,01 BT
Saran BMKG
Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi
— Waktu rilis: 24 Jul 2026 • 19.17.09 WIB
Siaran Pers
GEMPABUMI TEKTONIK M5,5 DI SARMI, PAPUA, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI
Hari Jumat, 24 Juli 2026, pukul 19.14.29 WIB wilayah Sarmi, Papua diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,3 pada kedalaman 10 km . Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,52° LS ; 138,96° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 75 km arah tenggara Sarmi, Papua. Hasil pemodelan tsunami menunjukakan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun ( normal fault ).
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan ( shakemap ), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
1. V MMI ( Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan. ) di Pantai Timur Bagian Barat, Sarmi
2. IV MMI ( Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi. ) di Tor Atas, Sarmi; Pantai Timur, Sarmi
3. III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu ) di Kota Sarmi; Kota Elelim; Kobakma; Burmeso
4. II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ) di Kota Tolikara
Hingga pukul 19:35 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3 aktivitas gempa bumi susulan ( aftershock ) dengan magnitudo terbesar M4.3.
BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.
Himbauan kepada masyarakat:
1. Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
2. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website https://inatews.bmkg.go.id/web/detail?name=20260724031807&day=578, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg.*
Jakarta, 24 Juli 2026
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG
Dr. WIJAYANTO, S.T., M.Sc.
