Gempa Bumi M5,5 – 144 km BaratLaut KEP-SANGIHE-SULUT
Gempa bumi M 5,5 di 144 km BaratLaut KEP-SANGIHE-SULUT, Tidak Berpotensi Tsunami
Kembali ke daftar M 5,0+
144 km BaratLaut KEP-SANGIHE-SULUT
Magnitudo
5,5
Kedalaman
10 km
Koordinat
4,72 LU - 124,78 BT
Saran BMKG
Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi
— Waktu rilis: 18 Jul 2026 • 09.26.18 WIB
Siaran Pers
GEMPABUMI TEKTONIK M5.5 DI KEPULAUAN SANGIHE, SULAWESI UTARA, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI
Hari Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 09:23:45 WIB wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5.4 pada kedalaman 26 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,34° LU; 124,81° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 115 Km arah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas deformasi batuan di dasar laut. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser-turun (oblique-normal fault).
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
1. IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi) di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe; Kendahe, Kepulauan Sangihe
2. III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Tabukan Utara, Kepulauan Sangihe
Hingga pukul 09:40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.
Himbauan kepada masyarakat:
1. Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
2. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg.
Jakarta, 18 Juli 2026
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG
Dr. WIJAYANTO, S.T., M.Sc.
