Gempa Bumi M6,2 – 67 km BaratLaut HALMAHERABARAT-MALUT
Gempa bumi M 6,2 di 67 km BaratLaut HALMAHERABARAT-MALUT, Tidak Berpotensi Tsunami
Kembali ke daftar M 5,0+
67 km BaratLaut HALMAHERABARAT-MALUT
Magnitudo
6,2
Kedalaman
100 km
Koordinat
1,93 LU - 127,39 BT
Saran BMKG
Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi
— Waktu rilis: 3 Jul 2026 • 09.34.08 WIB
Siaran Pers
GEMPABUMI TEKTONIK M 6.2 DI HALMAHERA BARAT, MALUKU UTARA, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI
Hari Jumat, 03 Juli 2026, pukul 09:31:29 WIB wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6.2 pada kedalaman 104 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1.93° LU; 127.42° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 56 Km arah Barat Daya Pulau Doi. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.
Berdasarkan laporan masyarakat gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
1. III-IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.) di Halmahera Utara.
2. III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. ) di Ternate, Tidore, Sanana dan Morotai.
3. II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.) di Manado, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara dan Bone Bolango.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault).
Hingga pukul 09.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Himbauan kepada masyarakat:
1. Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
2. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg.
Jakarta, 3 Juli 2026
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG
Dr. WIJAYANTO, S.T., M.Sc.
