GEMPABUMI TEKTONIK M5,4 DI SARMI, PAPUA, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI Kejadian dan Parameter Gempabumi: Hari Selasa 2 Juni 2026 pukul 06.01.16 WIB wilayah Pantai Utara Sarmi, Papua diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki magnitudo M5,4 dengan episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,94° LS ; 138,95° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 3 Km arah Utara Pantai Timur Bagian Barat, Sarmi, Papua pada kedalaman 10 km. Jenis dan Mekanisme Gempabumi: Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng / sesar aktif / aktivitas swarm. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh sesar naik ( thrust fault ). Dampak Gempabumi: Gempabumi ini dirasakan di Kota [NAMA_KOTA] dengan skala intensitas [I s.d XII] MMI ([Deskripsi Intensitas Dampak/Dirasakan]). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI. Berdasarkan analisis hasil pengukuran percepatan tanah dan pemodelan peta guncangan (shakemap), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Tor Atas, Sarmi dengan skala intensitas VI MMI (Dirasakan semua orang, kerusakan ringan), daerah Pantai Timur Bagian Barat, Sarmi dengan skala intensitas VI MMI (Dirasakan semua orang, kerusakan ringan), daerah Sarmi Timur, Sarmi dengan skala intensitas VI - VII MMI (Dirasakan semua orang, kerusakan ringan – Kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan), daerah Kota Sarmi dengan skala intensitas IV - V MMI (Dirasakan oleh banyak orang – Dirasakan oleh hampir semua orang), daerah Kota Burmeso dengan skala intensitas III MMI (Dirasakan nyata dalam ruangan), daerah Kota Kobakma dengan skala intensitas II - III MMI (Dirasakan oleh beberapa orang – Dirasakan nyata dalam ruangan), daerah Kota Tolikara dengan skala intensitas II - III MMI (Dirasakan oleh beberapa orang – Dirasakan nyata dalam ruangan) dan daerah Kota Elelim dengan skala intensitas II - III MMI (Dirasakan oleh beberapa orang – Dirasakan nyata dalam ruangan). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI. Gempabumi Susulan: Hingga Selasa 02 Juni 2026 13.00.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Rekomendasi: Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.* Jakarta, 02 Juni 2026 Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. WIJAYANTO, S.T., M.Sc.