Literasi Iklim Melalui Kegiatan SLI untuk Wujudkan Swasembada Pangan
Rozar Putratama
Berita Utama
Indramayu – Sabtu (18/9) Sekolah Lapang Iklim sebagai jembatan informasi iklim BMKG yang general dapat diterjemahkan ke praktis sektoral, sehingga memberikan dukungan nyata pada sektor pertanian.
Pada kesempatan kali ini sebagai penyelenggara kegiatan SLI Operasional di wilayah Jawa Barat , Stasiun Klimatologi Darmaga Bogor memilih Wilayah Indramayu untuk menyelenggarakan kegiatan yang diikuti para petani dan kelompok petani. Pada Agustus lalu BMKG telah merilis prakiraaan iklim dan telah disebarkan secaramendetail oleh Staklim Bogor khususnya di wilayah Jawa Barat. Berdasarkan hasil prakiraa tersebut, wilayah Jawa Barat akan memasuki awal musim penghujan pada September 2021, dimulai dari bagian selatan dan tengah kemudian diikuti Jawa Barat bagian timur.
Melalui SLI ini BMKG ingin mengingatkan bahwa musim hujan tahun 2021/2022 ini akan lebih basah dibandingkan rata- ratanya, sehingga diimbau bagi para pemangku kepentingan tingkat daerah, kabupaten, Kelompok petani serta anggota masyarakat untuk mengambil langkah antisipatif dalam mempersiapkan kalau terjadi kondisi cuca dan iklim yang ekstrim.
Harapan dari Literasi Iklim
Pada kesempatan ini anggota Komisi V DPR RI Bambang Hermanto, SE menyampaikan ucapan terimakasihnya atas dukungan BMKG menyelenggarakan SLI operasional di wilayah lumbung padi nasional ini.
Lebih lanjut Politisi dari fraksi Golkar ini menyampaikan “dengan adanya SLI ini diharapkan dapt memperkuat ketahanan pangan, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Jawa barat khususnya Indramayu adalah daerah dengan produksi pertanian terbesar di wilayah jawa Barat, sehingga kegiatan SLI ini sangat bermafaat untuk mendukung prgram Pemerintah dalam Swasembada pangan”.
Plt. Deputi Bidang Klimatologi Dr. Urip Haryoko, M.Si sebelum membuka secara resmi kegiatan SLI operasional ini menjelaskan bahwa wilayah Indramayu ini adalah sebagai pelopor pertama kegiatan SLI di Indonesia yang diselenggarakan oleh BMKG berkasama dengan Institut Pertanian Bogor dan Dinas Pertanian Indramayu pada tahun 2005 dan berlanjut hingga saat ini dengan cakupan wilayah yang lebih banya. Dengan adanya SLI operasional ini petani bisa memanfaatkan informasi dan prakiraan iklim secara efektif untuk kegiatan pertanian mereka, karena SLI ini merupakan kegiatan studi lapangan yang berorientasi pada program praktis, ujar Urip
Kegiatan SLI di wilayah Jawa Barat ini sudah diselenggarakan di 4 lokasi dan selalu menerapakan protokol kesehatan yang ketat, yakni dengan mengadakan SWAB antigen kepada seluruh peserta dan undangan.
Ramah Tamah
Wawancara singkat dengan Radar Indramayu
Penyerahan cinderamata dari BMKG kepada anggota komisi V DPR RI
Penyerahan cinderamata dari BMKG kepada Kepala Desa TErisi
Perkembangan Musim Kemarau dan Prediksi El Nino tahun 2026: Kemarau Lebih Kering dan Panjang, BMKG Tekankan Pentingnya Antisipasi
Pasca Konferensi Pers untuk Prediksi Musim Kemarau dan Prediksi El Nino tanggal 4 Maret 2026 yang lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7% Zona Musim (Z0M) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah ini akan terus bertambah secara signifikan dengan sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026.
Baca selengkapnya
BMKG dan CLS Resmi Tandatangani Penyerahan FDDD Proyek MMS2 Paket 3, Perkuat Layanan Meteorologi Maritim Nasional
Jakarta, 2 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama perusahaan penyedia teknologi observasi bumi asal Prancis, Collecte Localisation Satellites (CLS), secara resmi melaksanakan serah terima Final Detailed Design Documentation (FDDD) Marine Meteorological System Phase 2 (MMS-2) Paket 3. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Kamis (2/4/2026) ini menjadi tonggak penting […]
Baca selengkapnya
Pascagempabumi M 7.6, BMKG Sampaikan Analisis dan Timeline Peringatan Dini Tsunami
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa proses penyampaian informasi dan peringatan dini tsunami pascagempa bumi magnitudo (M) 7,6 di wilayah Sulawesi Utara telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi M 7,6 yang digelar di Ruang Command Center, Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (2/4/2026).