SLI Agroklimat Provinsi Jawa Barat Sebagai Prioritas Nasional Dukung Ketahanan Pangan
Rozar Putratama
Berita Utama
Cirebon – Sabtu (6/4), Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc.P.hD membuka kegiatan sosialisasi Sekolah Lapang Iklim Agroklimat Provinsi Jawa Barat tahun 2019 di Hotel Verse.
Sebanyak 20 peserta yang berasal dari gabungna kelompok tani wilayah Cirebon mengikuti pelatihan agroklimat dengan materi pengenalan tupoksi BMKG, mengenal unsur cuaca, iklim dan musim, proses pembentukan awan dan hujan, pengenalan alat ukur cuaca dan penakar hujan sederhana serta kalibrasinya.
Kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahunnya ini bertujuan meningkatkan pemahaman penyuluh pertanian lapangan, gabungan kelompok tani tentang cuaca dan iklim terkait kegiatan pertanian, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para peserta dalam meanfaatkan informasi iklim di wilayah kerja mereka gunamelakukan antisipasi dampak fenomena iklim dan juga melakukan adaptasi terhadap usaha pertanian apabila terjadi iklim yang ekstrim seperti kekeringan dan banjir.
Pada kesempatan kali ini anggota Komisi V DPR – RI Drs. Yoseph Umar Hadi, M.Si. MA hadir dalam kegiatan pembukaan dan memberikan sambutan bahwa “kegiatan SLI ini sangat pas sekali diselenggarakan di kota Cirebon, karena di Cirebon ini merupakan kota yang memiliki tingkat cuaca ekstrim yang tinggi, sehingga dibutuhkan pengetahuan bagi para petani untuk mulai mengenal KATAM (Kalender tanam), yang nantinya akan berdampak bagi hasil tani mereka dan kota Cirebon tetap bisa menjadi salah satu kota penyangga ketahanan pangan nasional.
Dwikorita sebelum membuka secara resmi sosialisasi agroklimat menyampaikan sambutannya “Sekolah Lapang iklim merupakan salah satu prioritas nasional yang masuk dalam program Bappenas, karena ternukti semenjak tahun 2011-2018 sudah hampir lebih dari 7000 peserta yang mengikutinya. Program ini dinyatakan berhasil karena berdasarkan hasil analisa kami Sekolah Lapang Iklim berhasil meningkatkan produktivitas panen rata- rata 36 %per tahun, bahkan pernah mencapai 80 %”.
Program SLI ini juga dianggap berhasil karena pada tahun 2015 lampau, fenomena EL Nino yang sempat melanda Indonesia tidak mempengaruhi hasil panen para petani yang berlokasi di wilayah terkena dampak Elnino, bahkan tetap mengalami peningkatan produksi Panen hingga 20%, Itulah yang menjadi alasan kami untuk tetap menggalakan program SLI ini sebagai prioritas nasional, sehingga BMKG melalui program ini turut berperan serta mendukung program Pemerintah Indonesia untuk program ketahanan pangan, ujar Dwikorita.
Turut menghadiri kegiatan pembukaan Sosialisasi Agroklimat Kepala Pusdiklat BMKG Drs. Maman Sudarisman, DEA, Kepala Bidang Informasi Iklim Terapan Marjuki, M.Si, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan Kota Cirebon, serta para Perangkat dari sektor Kapolse, Danramil, Kecamatan Kota Cirebon.
Sesi Presentasi kelompok
praktek proses kondensasi
Menyambut anggota komisi V DPR -RI
Ramah tamah
Menyanyikan Indonesia Raya
Laporan ketua panitia penyelenggara
Sambutan anggota Komisi V DPR-RI
Sambutan Kepala BMKG
Penyematan tanda peserta oleh anggota Komisi V DPR-RI
Perkembangan Musim Kemarau dan Prediksi El Nino tahun 2026: Kemarau Lebih Kering dan Panjang, BMKG Tekankan Pentingnya Antisipasi
Pasca Konferensi Pers untuk Prediksi Musim Kemarau dan Prediksi El Nino tanggal 4 Maret 2026 yang lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7% Zona Musim (Z0M) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah ini akan terus bertambah secara signifikan dengan sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026.
Baca selengkapnya
BMKG dan CLS Resmi Tandatangani Penyerahan FDDD Proyek MMS2 Paket 3, Perkuat Layanan Meteorologi Maritim Nasional
Jakarta, 2 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama perusahaan penyedia teknologi observasi bumi asal Prancis, Collecte Localisation Satellites (CLS), secara resmi melaksanakan serah terima Final Detailed Design Documentation (FDDD) Marine Meteorological System Phase 2 (MMS-2) Paket 3. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Kamis (2/4/2026) ini menjadi tonggak penting […]
Baca selengkapnya
Pascagempabumi M 7.6, BMKG Sampaikan Analisis dan Timeline Peringatan Dini Tsunami
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa proses penyampaian informasi dan peringatan dini tsunami pascagempa bumi magnitudo (M) 7,6 di wilayah Sulawesi Utara telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi M 7,6 yang digelar di Ruang Command Center, Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (2/4/2026).