Kembali ke Berita Utama

Petani Bawang Putih Manfaatkan Informasi BMKG Untuk Tingkatkan Hasil Panen

18 January 2026

Linda

Berita Utama

Petani Bawang Putih Manfaatkan Informasi BMKG Untuk Tingkatkan Hasil Panen

Lombok, 15 Januari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat dukungan terhadap target pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional melalui implementasi pertanian cerdas iklim di Sentra Benih Bawang Putih Nasional, Sembalun, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Komitmen tersebut diwujudkan dengan kerja sama dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian, ditandai dengan peresmian pemanfaatan Automatic Weather Station (AWS) serta serah terima Peta Kesesuaian Agroklimat di lahan benih bawang putih Kelompok Tani Pusuk Pujata, Sembalun, Kamis (15/1/2026).

BRMP Hortikultura menetapkan strategi pengembangan budidaya bawang putih melalui program ekstensifikasi dan intensifikasi guna mencapai target nasional swasembada benih pada tahun 2027. Ekstensifikasi dilakukan dengan penambahan luas lahan tanam berdasarkan kesesuaian iklim dan karakteristik lahan. Sementara itu, intensifikasi difokuskan pada peningkatan produktivitas serta pengurangan risiko gagal panen melalui dukungan data dan informasi iklim untuk penerapan pertanian presisi di lahan unggulan bawang putih.

Pemasangan AWS di Sembalun menjadi contoh pemanfaatan data cuaca dan iklim secara real-time dalam mendukung praktik budidaya bawang putih yang berkelanjutan. Data AWS tersebut akan dipadukan dengan informasi prediksi iklim jangka menengah hingga panjang, mulai dari skala dasarian, bulanan, hingga musiman.

Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG, A. Fachri Radjab, menjelaskan bahwa bawang putih merupakan salah satu komoditas strategis yang menjadi fokus pemerintah dalam mendukung swasembada pangan nasional. Sebagai tanaman yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan iklim, ketersediaan informasi iklim yang akurat menjadi kunci keberhasilan budidaya.

“BMKG melalui Stasiun Klimatologi NTB memasang AWS ini untuk mendukung kegiatan pertanian, khususnya dalam rangka mendukung swasembada bawang putih,” ujar Fachri.

Fachri menjelaskan bahwa AWS menghasilkan data cuaca secara real-time, meliputi curah hujan, suhu udara, kelembapan, kecepatan angin, serta penyinaran matahari. Data tersebut, bersama dengan informasi prediksi dan risiko iklim dari BMKG, dapat dimanfaatkan pada setiap fase budidaya, mulai dari penentuan waktu tanam dan panen yang optimal, prediksi potensi serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), hingga peningkatan efisiensi pengelolaan lahan. Informasi risiko iklim diharapkan mampu mengawal peningkatan produksi bawang putih, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Fachri juga menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Tani Pusuk Pujata yang telah mendukung pemasangan AWS dengan menyediakan lokasi.

“Semoga alat ini memberikan manfaat nyata dan membantu meningkatkan produksi bawang putih di Desa Sembalun,” tuturnya.

Selain pemasangan AWS, BMKG juga memberikan dukungan berupa penyusunan Peta Kesesuaian Agroklimat sebagai dasar rekomendasi wilayah potensial pengembangan bawang putih. Peta tersebut disusun berdasarkan data iklim jangka panjang untuk mendukung perluasan lahan tanam dalam rangka mengurangi ketergantungan impor bawang putih.

Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki, menyampaikan bahwa untuk wilayah Provinsi NTB, BMKG telah mengidentifikasi tujuh kecamatan yang memiliki potensi sebagai lahan baru budidaya bawang putih.

“Untuk wilayah Provinsi NTB, kami telah mengidentifikasi dan merekomendasikan tujuh kecamatan yang memiliki potensi menjadi lahan baru budidaya bawang putih, semoga nanti bisa menjadi tindak lanjut di Kementerian Pertanian untuk melakukan ekstensifikasi di kecamatan-kecamatan tersebuti,” ujarnya saat seremoni penyerahan Peta Kesesuaian Agroklimat kepada Kepala Pusat BRMP Hortikultura.

Sementara itu, Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Hortikultura, Inti Pertiwi Nashwari, menilai kehadiran informasi cuaca dan iklim dari BMKG memberikan kepercayaan diri baru dalam pengembangan budidaya bawang putih, termasuk upaya tanam di luar musim.

“Jadi benih ini langsung berlabel, mulai dari sebelum bertanam sudah didaftarkan dan diawasi. Inilah yang kita namakan benih bersertifikat dengan jaminan mutu. Kemudian BMKG datang membawa peralatan Weather Station. Terus terang kami awalnya tidak siap karena belum pernah mencoba tanam di luar musim. Namun, dengan adanya teknologi yang sebelumnya tidak pernah dipasang di sini, kami menjadi lebih optimis,” ujarnya.

Inti juga menerangkan bahwa ke depan, tren data klimatologi yang diperoleh dari AWS Sembalun diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dasar penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya bawang putih off-season oleh BRMP. Hal ini sekaligus menjadi wujud nyata penerapan pertanian cerdas iklim dan pertanian presisi yang modern, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan.

Peresmian AWS dan serah terima Peta Kesesuaian Agroklimat tersebut turut dihadiri Inspektur IV Kementerian Pertanian Pujo Harmadi, Kepala Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat Nuga Putrantijo, Kepala Balai Besar Pertanian/Modernisasi Pertanian NTB, Ketua Kelompok Tani Bawang Putih Pusuk Pujata H. Egi Frisma, BPSB NTB, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, serta para pemangku kepentingan terkait.

Berita Utama Lainnya

Petani Bawang Putih Manfaatkan Informasi BMKG Untuk Tingkatkan Hasil Panen

Petani Bawang Putih Manfaatkan Informasi BMKG Untuk Tingkatkan Hasil Panen

BMKG Gelar Perayaan Natal Oikumene, Tekankan Pelayanan Profesional sebagai Wujud Kasih Tuhan

BMKG Gelar Perayaan Natal Oikumene, Tekankan Pelayanan Profesional sebagai Wujud Kasih Tuhan

Kunjungan Kerja Spesifik di Banten, BMKG Perkuat Dukungan Data MKG untuk Pembangunan Tangguh Bencana

Kunjungan Kerja Spesifik di Banten, BMKG Perkuat Dukungan Data MKG untuk Pembangunan Tangguh Bencana