Jakarta, (15/2)/ Menteri Perhubungan Indonesia Bapak Budi Karya Sumadi hari ini melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Kemayoran, Jakarta Pusat. Menteri Perhubungan tiba di BMKG sekitar pukul 15.00 WIB, dengan didampingi oleh Sekretaris Jendral Kementerian Perhubungan Sugihardjo, serta Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo dan Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono.
Kedatangan Menteri Perhubungan disambut langsung oleh Kepala BMKG, Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng yang didampingi oleh para pejabat Eselon 1-4 di lingkungan BMKG Pusat. Setibanya di BMKG, Menteri Perhubungan mencoba secara langsung Simulator Gempabumi milik BMKG bersama dengan Kepala BMKG.
Selain mencoba simulator gempabumi, Menteri Perhubungan juga diajak mengunjungi ruang operasional Meteorology Early Warning System (MEWS) dimana beliau diperlihatkan kondisi cuaca real time yang dipantau melalui satelit, hot spot, keadaan cuaca 7 hari kedepan dan BMKG – Ocean Forecast System (OFS). Setelah mengunjungi MEWS, Kepala BMKG memperkenalkan ruangan operasional Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) kepada Menteri Perhubungan.
Dari kunjungan ini Menteri Perhubungan menyampaikan pujiannya pada BMKG atas informasi cuaca yang diberikan terutama dibidang penerbangan dan kelautan walau masih perlu adanya peningkatan yang perlu diperhatikan. Menteri Perhubungan juga menyampaikan bahwa untuk peningkatan tersebut memang diperlukan alat-alat tertentu seperti satelit khusus yang bisa memantau kegiatan-kegiatan penerbangan dan kelautan serta perlunya juga mengadakan kerjasama-kerjasama internasional. Oleh karena itu Menteri Perhubungan meminta kepada Kepala BMKG untuk bisa terus berhubungan dengan Dirjen Laut dan Dirjen Udara untuk menemukan cara apa yang paling cepat, paling sistimatis dan low cost untuk bisa meningkatkan kemampuan Indonesia demi meningkatkan keselamatan penerbangan dan pelayaran.
Sementara itu, KBMKG menyatakan bahwa sehubungan dengan penggunaan satelit, saat ini BMKG telah bekerjasama dengan beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jepang dan Cina untuk penggunaan satelit pemantau cuaca. Sementara itu mengenai informasi cuaca untuk dunia pelayaran diambil berdasarkan dari pengamatan yang kemudian diberikan pada masyarakat dalam bentuk informasi tinggi gelombang, arah angin dan arah gelombang.
Acara kunjungan ini diakhir dengan kegiatan foto bersama di halaman depan gedung A BMKG.
Perkembangan Musim Kemarau dan Prediksi El Nino tahun 2026: Kemarau Lebih Kering dan Panjang, BMKG Tekankan Pentingnya Antisipasi
Pasca Konferensi Pers untuk Prediksi Musim Kemarau dan Prediksi El Nino tanggal 4 Maret 2026 yang lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7% Zona Musim (Z0M) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah ini akan terus bertambah secara signifikan dengan sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026.
Baca selengkapnya
BMKG dan CLS Resmi Tandatangani Penyerahan FDDD Proyek MMS2 Paket 3, Perkuat Layanan Meteorologi Maritim Nasional
Jakarta, 2 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama perusahaan penyedia teknologi observasi bumi asal Prancis, Collecte Localisation Satellites (CLS), secara resmi melaksanakan serah terima Final Detailed Design Documentation (FDDD) Marine Meteorological System Phase 2 (MMS-2) Paket 3. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Kamis (2/4/2026) ini menjadi tonggak penting […]
Baca selengkapnya
Pascagempabumi M 7.6, BMKG Sampaikan Analisis dan Timeline Peringatan Dini Tsunami
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa proses penyampaian informasi dan peringatan dini tsunami pascagempa bumi magnitudo (M) 7,6 di wilayah Sulawesi Utara telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi M 7,6 yang digelar di Ruang Command Center, Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (2/4/2026).