FGD Puslitbang: Forum Kajian Bersama Membahas “Peran dan Tantangan BMKG dalam Mitigasi Gempabumi dan Tsunami”
22 January 2019
Rozar Putratama
Berita Utama
Jakarta – Selasa (22/1), Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG kembali mengundang para pakar gempabumi dan tsunami untuk duduk bersama dalam rangka membahas studi kasus gempabumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Selat Sunda.
Dalam sambutannya Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG DR. Urip Haryoko, M.Si menyampaikan “Tsunami Palu dan Selat Sunda merupakan 2 kejadian yang cukup langka, dimana tsunami palu disebabkan longsoran bawah laut yang dipicu oleh gempabumi dengan mekanisme sesar mendatar yang kecil kemungkinan mengakibatkan tsunami, sedangkan tsunami selat sunda terjadi diduga dipicu oleh longsoran akibat erupsi gunung anak krakatau”.
Lebih lanjut beliau menjelaskan “dengan 2 kejadian tersebut menunjukkan bahwa kejadia tsunami tidak hanya dipicu oleh gempabumi tektonik, dan sistem peringatan dini tsunami yang ada saat ini belum bisa mendeteksi tsunami yang disebabkan oleh longsoran, baik itu longsoran permukaan ataupun longsoran bawah laut”.
Deputi Bidang Geofisika Dr. M.Sadly sebelum membuka FGD menyampaikan tujuan kegiatan FGD ini “merupakan wadah knowledge sharing dan rekomendasi pakar dalam rangka memperkuat operasional peringatan dini tsunami BMKG, sehingga kebutuhan akan pengembangan yang kontinyu dalam segala aspek terkait risiko gempa, SOP, drills, edukasi dan kesadaran masyarakat bisa terakomodir dengan baik”.
Lebih lanjut Sadly menyampaikan “terkait InaTEWS, kinerja BMKG dirasa sangat diperlukan, terutama penambahan dan penempatan stasiun pengamat BMKG untuk pengisian gap yang ada, selain itu perlu adanya kerjasama dengan Perguruan tinggi yang efektif dan efisien seperti yang telah dilakukan di Jepang, ujar Sadly”.
Narasumber yang diundang pada FGD kali ini berasal dari ITB,Badan Geologi, LIPI dan para pakar lain yang berkompeten di bidang gempabumi. Dari hasil diskusi yang berlangsung kurang lebih 5 jam ini menghasilkan 8 point rekomendasi diantaranya :
Continuous improvement perlu dilakukan di segala bidang, diantaranya pembenahan SOP, penambahan peralatan (buoy, sesimometer, radar tsunami, dll), perawatan berkala dan capacity building
Koordinasi antar lembaga, instansi dan perguruan tinggi harus segera dilakukan untuk mitigasi gempabumi dan tsunami
Data gempabumi harus mudah di akses sesuai dengan peraturan yang berlaku
Informasi yang disampaikan BMKG harus lengkap dan mudah dipahami masyarakat
Perlu dilakukan kerjasama riset terkait kajian dan simulasi tsunami akibat gempa nontektonik
Perlu dilakukan kalkulasi ulang serta penambahan database tsunami akibat gempabumi nontektonik
Perlu penguatan kapasitas sistem peringatan dini pada area downstream seprti pendidikanbencana, sosialisasi kepada masyarakt dan instansi terkait, serta
Dibutuhkan penyederhanaan jalur birokrasi serta instansi yang terlibat dalam peringatan dini.
Kegiatan ini turut dihadiri para Pejabat Eselon I – IV, Kepala UPT Geofisika BMKG Yogyakarta, Lampung, Banjarnegara, serta undangan lainnya.
BMKG Laksanakan Pemantauan Hilal Serentak di 37 Lokasi, Pastikan Kesiapan Observasi di Seluruh Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan pemantauan hilal secara serentak di 37 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia pada Kamis (19/03/2026).
Kawal Keselamatan Mudik Lebaran 2026, BMKG Pastikan Kesiapan Layanan Informasi Cuaca Terintegrasi
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, melakukan rangkaian kunjungan kerja untuk meninjau kesiapan posko pelayanan mudik Lebaran 2026, Rabu (18/03/2026).
Kajian Ramadan di UGM, Kepala BMKG Ungkap Pentingnya Menjaga Keseimbangan Manusia dan Alam Hadapi Perubahan Iklim
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam sebagai bagian dari upaya menghadapi tantangan perubahan iklim global. Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam kajian Ramadan bertajuk Samudra: Safari Ilmu di Bulan Ramadan yang merupakan bagian dari program Ramadan di Kampus (RDK) di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada.