Yogyakarta, 14 Juli 2025 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus berkomitmen dalam memperkuat sistem penyebaran informasi gempa bumi kepada masyarakat. Melalui Direktorat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu (DST), BMKG secara konsisten melakukan monitoring dan evaluasi terhadap sistem diseminasi informasi tingkat guncangan gempa bumi yang bersumber dari jaringan akselerometer atau Strong Motion Network yang tersebar di seluruh Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan keandalan informasi berbasis dampak yang dikirimkan setiap kali terjadi gempa bumi signifikan. Informasi tingkat guncangan yang dihasilkan dari instrumen ini menjadi landasan utama dalam mendukung pengambilan keputusan cepat di sektor kebencanaan, baik oleh pemerintah daerah, BNPB/BPBD, hingga masyarakat terdampak.
Dalam pelaksanaannya, BMKG memfokuskan kegiatan monitoring dan evaluasi pada dua sistem operasional utama, yakni Shakemap (Peta Guncangan Gempa) dan SIMAP (Seismic Intensity Map). Kedua sistem ini menyajikan visualisasi intensitas guncangan gempa di berbagai wilayah, sehingga memberikan gambaran nyata mengenai tingkat getaran yang dirasakan di permukaan tanah.
Evaluasi terhadap sistem Shakemap meliputi berbagai aspek penting, seperti fungsi dasar, prinsip kerja, validasi terhadap data akselerograf yang menunjukkan anomali, hingga integrasi data makroseismik hasil survei lapangan. Tujuannya adalah untuk memastikan peta guncangan yang dihasilkan semakin akurat dan menggambarkan kondisi nyata di lapangan.
Sementara itu, evaluasi terhadap sistem SIMAP turut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari demonstrasi fitur interaktif, penjelasan mekanisme pemrosesan data, hingga perbandingan hasil dengan produk Shakemap untuk menjamin keselarasan dan keandalan data yang dihasilkan. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana BMKG terus mengembangkan inovasi demi memberikan informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran.
Kegiatan monitoring dan evaluasi sistem Shakemap dan SIMAP secara regional ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BMKG untuk menjamin keberlangsungan sistem diseminasi informasi tingkat guncangan. Dengan data yang semakin akurat dan dapat dipahami dengan mudah, BMKG berharap masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dapat lebih siap dalam menghadapi potensi risiko gempa bumi di berbagai daerah.