Dwikorita Beberkan Strategi Peringatan Dini Multi-Bahaya di Kantor Pusat WMO
Taufiq Kurniawan
Berita Utama
Jenewa – Selasa (14/5), Kepala BMKG Dwikorita Karnawati membeberkan strategi bagaimana membangun Peringatan Dini Multi-Bahaya di hadapan ratusan peserta yang berasal dari lembaga meteorologi dunia, organisasi PBB, NGO, negara donor, akademisi, media dan sektor swasta. Strategi ini dibeberkan Dwikorita pada acara Konferensi Peringatan Dini Multi-Bahaya ke-2 (MHEWC-II) yang mengangkat tema “Peringatan Dini dan Tindakan Awal Menuju Masyarakat yang Berkelanjutan, Tangguh dan Inklusif” di Kantor Pusat World Meteorology Organization (WMO), Swiss.
Ada dua point strategi yang dibeberkan Dwikorita, point pertama terkait tata kelola dan kebijakan sistem dan point kedua terkait inovasi teknis dan Sosial. Tata Kelola dan Kebijakan yang diberberkan menyangkut penyusunan keputusan presiden tentang Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) yang perlu menuangkan integrasi data dan sistem, bagaimana harmonisasi, sinkronisasi, server ke server. Kemudian hubungan kelembagaan dan Kolaborasi, seperti SIDS Pasifik, CIFS, IOTIC, kebakaran hutan dan pencegahan kabut asap lintas batas dan peringatan dini, serta peringatan dini abu vulkanik.
Sedangkan inovasi teknis dan Sosial menyangkut kearifan lokal, pendidikan tanpa batas untuk literasi peringatan dini dan sertifikasi masyarakat, berupa digital yang berbasis komunitas, seperti Aplikasi seluler InfoBMKG, media sosial & YouTube, digital dan visual serta perlu dilakukan secara keberlanjutan dalam pendidikan dan aksi sosial-wirausaha.
Konferensi tersebut bertujuan untuk meng-high light peran pemerintah dalam mengimplementasikan keberlanjutan peringatan dini multi bahaya dengan mempertimbangkan informasi mendasar tetang semua risiko (hazard, exposure, vulnerability, dan adaptive capacity), kerangka kerja dan kebijakan, kemitraan, kelembagaan dan juga memastikan bahwa peringatan dini diterrima, dipahami dengan baik dan dapat ditindaklanjuti oleh publik. Kegiatan MHEWC-II telah berlansung sejak 13-14 Mei, sebagai pra-event The Sixth Session of the Global Platform for Disaster Risk Reduction (GP 2019) yang sedang berlangsung sampai 17 Mei.
Hadapi Risiko Karhutla, BMKG Tekankan Kesiapsiagaan dalam Rakornas Karhutla 2026
BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Karhutla yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (LH) RI, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Baca selengkapnya
BMKG dan Pemkab Bolaang Mongondow Teken Perjanjian Pinjam Pakai untuk Penguatan Layanan Informasi Cuaca Maritim
Bolaang Mongondow, 7 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi menandatangani Perjanjian Pinjam Pakai dengan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, sebagai langkah strategis dalam memperkuat layanan informasi meteorologi maritim dan keselamatan pelayaran di wilayah pesisir.
Baca selengkapnya
Rakor Karhutla 2026, BMKG Soroti Ancaman Kekeringan dan Lonjakan Hotspot
Jakarta, 6 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan komitmennya dalam mendukung kesiapsiagaan pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penguatan layanan informasi iklim dan cuaca berbasis data. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Karhutla yang diselenggarakan Kementerian Kehutanan di Jakarta, Senin (6/4/2026).