Kembali ke Berita Utama

BMKG: Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami Bangun Pemahaman Potensi Risiko dan Aksi Dini Masyarakat Kepulauan Tanimbar

Annisa Amalia Zahro
BMKG: Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami Bangun Pemahaman Potensi Risiko dan Aksi Dini Masyarakat Kepulauan Tanimbar

Kepulauan Tanimbar, 26 Juni 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLGT) di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Program edukasi BMKG ini bertujuan membangun ketangguhan masyarakat serta memperkuat mitigasi gempa bumi dan tsunami di wilayah rawan kejadian.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menegaskan bahwa membangun kesiapsiagaan memerlukan upaya berkelanjutan dengan meningkatkan pengetahuan serta memperkuat budaya sadar risiko. Dengan demikian, potensi bahaya gempa bumi dan tsunami dapat dimitigasi serta dihadapi dengan kesiapan penuh.

”Kesiapan menghadapi bahaya gempa bumi dan tsunami diwujudkan melalui kesadaran melakukan mitigasi dan pemahaman cara melindungi diri ketika peristiwa terjadi. Sehingga, risiko kerusakan dan korban dapat diminimalkan,” tutur Nelly di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat (26/6).

Kepala Stasiun Geofisika Maluku Tenggara Barat, Netty Yufita Baru, menambahkan, SLGT merupakan wujud nyata dari komitmen bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan aksi dini gempa bumi, demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

”Melalui kegiatan ini, BMKG berharap masyarakat semakin siap menghadapi gempa, mampu bertindak cepat, dan membangun budaya siaga gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan sekitarnya,” tambah Netty.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Brampi Moriolkosu, menilai bahwa SLGT menjadi momentum untuk melatih kesiapan masyarakat dan seluruh stakeholders di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Selain itu, kegiatan ini sebagai forum untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang baik antara pihak Pemerintah Daerah (Pemda), TNI/POLRI, BMKG, dan unsur-unsur masyarakat lainnya.

Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami kali ini bekerja sama dengan Pemda Kabupaten Kepulauan Tanimbar dengan mengusung tema “Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Gempa Bumi dan Tsunami Menuju Indonesia Emas 2025”. Sebanyak 58 peserta kegiatan berasal berbagai latar belakang, mulai dari BPBD KKT, Basarnas KKT, TNI/Polri, PLN, BRI, Dinas Pariwisata, Perwakilan Sekolah, Perwakilan Masyarakat, Perwakilan Media, dan Perwakilan Tokoh Agama.

Hubungi via WhatsApp