BMKG-NOAA: Amerika Dukung Indonesia Siapkan Prakiraan Iklim untuk Kesejahteraan Nasional
Rozar Putratama
Berita Utama
Bogor – Selasa (13/8), Amerika melalui Institusi NOAA National Oceanic and Atospheric Administration (NOAA) atau Administrasi Nasional Kelautan dan Atmosfer, mendukung Indonesia melalui BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) untuk melakukan riset dan observasi, serta menghasilkan program –program yang bisa berguna dalam meningkatkan prakiraan iklim berbasis teknologi terupdate.
Salah satu langkah yang dilakukan BMKG-NOAA pada tahun 2019 ini diawali dengan menyelenggarakan workshop yang bertemakan “Peningkatan Prediksi Iklim Musiman Untuk Kesejahteraan Nasional” bertempat di 101 Hotel dari 12 – 16 Agustus 2019.
Tujuan workshop ini untuk mendemonstrasikan peran penting dari berbagai program riset di benua maritie sepErti InapRIMA, Yaer Of Maritime Continent dan Indonesia Trough Flow, dalam upaya untuk sepenuhnya memahami interaksi atmosfer – laut- atmosfer di atas benua maritim.
Di hadapan para peserta workshop Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati M.Sc, P.hD menegaskan “Dengan workshop ini daya prakiraan BMKG yang sebelumnya kita memprediksi tiga dasarian sampai empat dasarian ke depan, bisa menjadi tiga bulan ke depan, selain itu beliau menambahkan kini cuaca semakin ekstreme sehingga menambah potensi terjadinya bencana, kondisi itu mendesak BMKG untuk meningkatkan kemampuan observasi serta menganalisis di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika, dan workshop ini merupakan salah satu pengembangan dari sitem peringatan dini iklim (CEWS) milik BMKG”, tutur Dwikorita.
Kerjasama BMKG dengan NOAA telah berlangsung cukup lama, dan telah diwjudkan dalam berbagai macam program riset bersama. Salah satunya yang merupakan program rutin tahunan yakni dengan melakukan pelayaran ke Samudera Hindia untuk melakukan perawatan Buoy serta melakukan pengukuran variable lault hingga kedalaman 5000 meter.
Hasil dari pengukuran ini kemudian dianalisis bersama dan disajikan dalam tulisan ilmiah yang dipresentasikan dalam seminar internasional. Workshop yang berlangsung selama 4 hari ini diikuti sebanyak 44 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Puslitbang BMKG, STMKG dan pada kesempatan ini Duta besar USA untuk Indonesia Mr. Joseph R. Donovan turut menyaksikan pembukaan workshop.
Perkembangan Musim Kemarau dan Prediksi El Nino tahun 2026: Kemarau Lebih Kering dan Panjang, BMKG Tekankan Pentingnya Antisipasi
Pasca Konferensi Pers untuk Prediksi Musim Kemarau dan Prediksi El Nino tanggal 4 Maret 2026 yang lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7% Zona Musim (Z0M) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah ini akan terus bertambah secara signifikan dengan sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026.
Baca selengkapnya
BMKG dan CLS Resmi Tandatangani Penyerahan FDDD Proyek MMS2 Paket 3, Perkuat Layanan Meteorologi Maritim Nasional
Jakarta, 2 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama perusahaan penyedia teknologi observasi bumi asal Prancis, Collecte Localisation Satellites (CLS), secara resmi melaksanakan serah terima Final Detailed Design Documentation (FDDD) Marine Meteorological System Phase 2 (MMS-2) Paket 3. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Kamis (2/4/2026) ini menjadi tonggak penting […]
Baca selengkapnya
Pascagempabumi M 7.6, BMKG Sampaikan Analisis dan Timeline Peringatan Dini Tsunami
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa proses penyampaian informasi dan peringatan dini tsunami pascagempa bumi magnitudo (M) 7,6 di wilayah Sulawesi Utara telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi M 7,6 yang digelar di Ruang Command Center, Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (2/4/2026).