BMKG Gelar Sekolah Lapang Iklim di Cianjur untuk Penguatan Literasi Iklim Pertanian dan Ketahanan Pangan
Kholis Nur Cahyo
Berita Utama
Cianjur (12 Juli 2023) – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, memperkuat komitmen lembaganya dalam meningkatkan literasi cuaca dan iklim di kalangan petani dengan mengadakan kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) di Pacet, Kabupaten Cianjur. Acara ini diadakan dengan tujuan utama untuk memberikan pengetahuan yang lebih mendalam tentang cuaca dan iklim kepada petani setempat guna meningkatkan produktivitas pertanian.
Plt. Deputi Bidang Klimatologi, Ardhasena Sopaheluwakan, Kepala Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri Kementerian Sekretariat Negara RI, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II Hartanto, serta Hermin Patriana selaku Kabag Organisasi Setda Kabupaten Cianjur mewakili Bupati Cianjur turut serta dalam kegiatan tersebut, menunjukkan adanya sinergi dengan stakeholder terkait.
Sebanyak 20 petani lokal dengan komoditas utama tanaman padi, penyuluh pertanian, serta peserta Training of Trainers (ToT) Climate Field School (CFS) dari negara-negara anggota Colombo Plan meliputi Sri Lanka, Nepal, Myanmar, Filipina, Bangladesh, Papua Nugini, dan Indonesia menjadi peserta utama dalam kegiatan SLI ini. Mereka memiliki kesempatan langka untuk belajar dan berlatih langsung di lahan pertanian, sehingga dapat memahami informasi iklim yang disediakan oleh BMKG, seperti peta curah hujan dan zona musim.
Melalui kegiatan SLI ini, peserta pelatihan ToT CFS dan petani diberikan pengetahuan yang bermanfaat untuk menentukan waktu yang tepat dalam menanam dan panen, memilih bibit yang sesuai, serta memahami ancaman hama dan penyakit tanaman yang disebabkan oleh perubahan iklim. Mereka juga diajarkan cara mengantisipasi dan merespons kondisi iklim yang terus berubah.
Dalam sambutannya, Dwikorita menyampaikan bahwa pentingnya kerjasama antara BMKG dan petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Beliau mengungkapkan bahwa BMKG akan terus menyediakan informasi iklim yang akurat guna mendukung pertanian yang berkelanjutan dan produktif.
Kegiatan Sekolah Lapang Iklim ini menjadi bukti konkret dari upaya BMKG dalam mendorong literasi cuaca dan iklim di kalangan petani, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan hasil panen melalui pemahaman yang lebih baik tentang cuaca dan iklim. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi petani dan sektor pertanian secara keseluruhan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di masa mendatang.
Kepala BMKG Berjabat Tangan dengan Peserta ToT CFS Anggota Colombo Plan dari Myanmar dalam Kegiatan SLI Cianjur
Kepala BMKG Menyapa Peserta SLI Cianjur dari Petani Lokal
Sambutan Kepala BMKG
Sambutan Kepala BMKG
Sambutan dari Perwakilan Bupati Cianjur
Penyambutan Peserta ToT CFS Negara Anggota Colombo Plan
Praktik Lapangan Peserta SLI Cianjur
Peserta SLI Cianjur Mengamati Kondisi Tanaman dan Hama Penyakit Tanaman
Peserta SLI Cianjur dari ToT CFS Negara Anggota Colombo Plan Mengamati Kondisi Cuaca dan Iklim di Sawah
BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Karhutla yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (LH) RI, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Baca selengkapnya
BMKG dan Pemkab Bolaang Mongondow Teken Perjanjian Pinjam Pakai untuk Penguatan Layanan Informasi Cuaca Maritim
Bolaang Mongondow, 7 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi menandatangani Perjanjian Pinjam Pakai dengan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, sebagai langkah strategis dalam memperkuat layanan informasi meteorologi maritim dan keselamatan pelayaran di wilayah pesisir.
Baca selengkapnya
Rakor Karhutla 2026, BMKG Soroti Ancaman Kekeringan dan Lonjakan Hotspot
Jakarta, 6 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan komitmennya dalam mendukung kesiapsiagaan pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penguatan layanan informasi iklim dan cuaca berbasis data. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Karhutla yang diselenggarakan Kementerian Kehutanan di Jakarta, Senin (6/4/2026).