
BMKG dan Timor-Leste Perkuat Kolaborasi, Dorong Penguatan SDM dan Kebencanaan
BMKG memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Transportasi dan Komunikasi Republik Demokratik Timor-Leste di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
Kembali ke Berita Utama

Jakarta, (30/1) / Bertempat di ruang Serbaguna BMKG Pusat, Kemayoran, para peserta Diklat Kepemimpinan (Diklat PIM) III mendapatkan materi khusus yang diberikan langsung oleh para pejabat Eselon I BMKG.
Materi pertama diberikan oleh Kepala BMKG, Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng. Materi yang mengangkat judul “Pimpinan BMKG Abad 21” ini menekankan kepada nilai-nilai kepemimpinan yang seperti apa yang harus dimiliki oleh para peserta Diklat Kepemimpinan tingkat III, untuk bisa mewujudkan target-target yang sudah ditetapkan oleh BMKG.
“Membangun negara/organisasi itu tidaklah semudah yang kita bayangkan. Perlu waktu yang panjang dan konsisten. Dan setiap pemimpin akan memiliki strategi yang berbeda dalam menjalankan amanahnya” ucap KBMKG.
Selain KBMKG, pemberian materi juga disampaikan oleh Sekretaris Utama BMKG, Dr. Widada SUlistya, DEA. Sestama BMKG memberikan materi yang mengangkat judul “Arahan Kebijakan dan Isu Strategis Sekretariatan”. Sestama BMKG menyampaikan semangat SETTAMA GO yaitu, Sederhana, Efisien, Transparan, Tanggap, Melayani, Akuntabel dan Gotong Royong.
Materi mengenai Arahan Kebijakan dan Isu Strategis bagi para peserta Diklat Kepemimpinan III tidak hanya diberikan oleh Kepala BMKG dan Sestama BMKG melainkan juga diberikan oleh Deputi Bidang Meteorologi, DR. Yunus Subagyo Swarinoto, M.Si, Deputi Bidang Klimatologi, Drs. R. Mulyono Rahadi Prabowo, M.Sc, Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG (mewakili Deputi Bidang Geofisika), Dr. Jaya Murjaya, M.Si serta Kepala Pusat Data Base BMKG (mewakili Deputi Inskalrekjarkom), Ir. Jaumil Achyar, M.Sc.

BMKG memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Transportasi dan Komunikasi Republik Demokratik Timor-Leste di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Flores, 26 Agustus 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan pendampingan teknis pascagempa bumi M7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu kepada seluruh pemerintah daerah (pemda) di wilayah Flores. Penguatan sinergi dan transparansi data dilakukan sebagai bagian dari upaya rekonstruksi sekaligus mitigasi jangka panjang, mengingat potensi kegempaan di wilayah Flores cukup tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena astronomis Gerhana Bulan Sebagian akan berlangsung pada tanggal 28 Agustus 2026. Namun, masyarakat di seluruh wilayah Indonesia tidak dapat mengamati langsung fenomena alam ini karena posisi Indonesia berada di luar area visibilitas gerhana.