RDP: BMKG Aktif Memetakan Jalur Gempa di Indonesia
Rachmat Hidayat
Berita Utama
Jakarta – Sekretaris Utama BMKG Dwi Budi Sutrisno mewakili Kepala BMKG didampingi Pejabat Pimpinan Tinggi di lingkungan BMKG menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara, Selasa (22/11) dengan agenda Evaluasi Pelaksanaan APBN TA 2022 Dan Antisipasi Potensi Terjadinya Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Dalam Rapat tersebut, Sekretaris Utama BMKG Dwi Budi Sutrisno menyampaikan capaian realisasi program dan anggaran BMKG TA 2022 sampai dengan bulan November 2022..
Dikatakan, Serapan tersebut antara lain Realisasi Keuangan per tanggal 21 November 2022 adalah sebesar 63,34 % dan Realisasi Fisik per tanggal 21 November 2022 sebesar 73,67 %.
Selain Sekretaris Utama, Deputi Bidang Meteorologi Guswanto memaparkan Antisipasi Potensi Terjadinya Cuaca Ekstrem dan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Daryono memaparkan Gempabumi Cianjur.
Gelaran Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI memberikan perhatian khusus pada potensi gempa, terlebih lagi kemarin telah terjadi gempa di Cianjur M 5,6 (21/11/2022). Atas tragedi tersebut, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta BMKG aktif memetakan jalur gempa yang ada di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi siklus 20 tahun gempa serupa di Cianjur.
“Dari BMKG mungkin perlu untuk memetakan secara aktif dan ini melihat sejarah dari paparan tadi. Ini kan terjadi berulang saya baca di media juga menurut Presiden tadi siklus 20 tahunan dan seterusnya menurut saya perlu dipetakan daerah-daerah yang dilalui dari lempengan ini,” kata Lasarus dalam rapat dengar pendapat Komisi V dan BMKG, Selasa (22/11/2022).
Lasarus juga mengingatkan soal pembangunan rumah di sekitar lokasi yang tidak sesuai standar. Ia berharap, setelah BMKG memetakan wilayah, pihak terkait bisa lebih memerhatikan dampaknya.
“Pemerintah nanti akan memberi roadmap kepada masyarakat yang ada di jalur gempa. Ketika mereka membangun rumah harus ada sisi-sisi teknis yang harus dipertimbangkan. Kalau tidak masyarakat kekurangan informasi. Kalau ada kekurangan informasi dari kita, BMKG, pemerintah itu kesalahan kita. Itu harus kita perbaiki,” jelasnya.
Menurutnya dengan adanya pemetaan jalur gempa, Komisi V bisa membahas siasat menangani jalur gempa dengan kementerian terkait. Terutama Kementerian PUPR bisa mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu sesuai dengan tupoksinya, terkait dengan konstruksi dan sebagainya.
Lebih lanjut, Lasarus pun mengingatkan analisis terkait standar bangunan tahan gempa sudah lama ada. Banyaknya korban gempa di Cianjur yang tewas membuktikan standar yang kurang baik.
“Ini kan analisa bangunan gempa dan seterusnya itu sesuatu yang sudah dipelajari sejak lama dan teknologi itu ada. Kalau kita melihat kejadian yang di Cianjur ini saya lihat rumah yang roboh-roboh itu memang rumah yang tidak memenuhi standar ketahanan gempa. Kalau rumah yang kokoh-kokoh saya lihat cenderung masih bisa bertahan dengan goncangan kemarin,” paparnya.
Ketua Komisi V DPR RI Lazarus Saat Menyampaikan Dalam Rapat Dengar Pendapat
Suasana RDP di Ruang Komisi V DPR RI
Sekretaris Utama BMKG Dwi Budi Sutrisno Saat Mempresentasikan
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto Saat Mempresentasikan
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Saat Mempresentasikan
Perkembangan Musim Kemarau dan Prediksi El Nino tahun 2026: Kemarau Lebih Kering dan Panjang, BMKG Tekankan Pentingnya Antisipasi
Pasca Konferensi Pers untuk Prediksi Musim Kemarau dan Prediksi El Nino tanggal 4 Maret 2026 yang lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7% Zona Musim (Z0M) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah ini akan terus bertambah secara signifikan dengan sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026.
Baca selengkapnya
BMKG dan CLS Resmi Tandatangani Penyerahan FDDD Proyek MMS2 Paket 3, Perkuat Layanan Meteorologi Maritim Nasional
Jakarta, 2 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama perusahaan penyedia teknologi observasi bumi asal Prancis, Collecte Localisation Satellites (CLS), secara resmi melaksanakan serah terima Final Detailed Design Documentation (FDDD) Marine Meteorological System Phase 2 (MMS-2) Paket 3. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Kamis (2/4/2026) ini menjadi tonggak penting […]
Baca selengkapnya
Pascagempabumi M 7.6, BMKG Sampaikan Analisis dan Timeline Peringatan Dini Tsunami
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa proses penyampaian informasi dan peringatan dini tsunami pascagempa bumi magnitudo (M) 7,6 di wilayah Sulawesi Utara telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi M 7,6 yang digelar di Ruang Command Center, Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (2/4/2026).