Kembali ke Berita

Stasiun Geofisika Sleman Lakukan Survei Cepat Dampak Gempa Pacitan M6,2 di Bantul dan Pacitan

07 February 2026

Kholis Nur Cahyo

Berita

Stasiun Geofisika Sleman Lakukan Survei Cepat Dampak Gempa Pacitan M6,2 di Bantul dan Pacitan

Yogyakarta, 7 Februari 2026 — Pascagempabumi berkekuatan M6,2 yang berpusat di Pacitan dan terjadi pada Kamis (6/2) dini hari, Stasiun Geofisika Sleman bergerak cepat melakukan survei dan asesmen dampak gempa. Fokus pemantauan diarahkan ke wilayah yang merasakan guncangan signifikan, khususnya Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Langkah awal dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah serta kepolisian setempat. Upaya ini bertujuan memastikan seluruh pemangku kepentingan telah menerima informasi yang akurat dan terkini, termasuk perkembangan gempa susulan pascagempa utama. Pada hari yang sama, tim Stasiun Geofisika Sleman juga turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan survei makroseismik di sejumlah lokasi terdampak dengan melibatkan aparat pemerintahan setempat.

Survei lapangan ini dilakukan untuk memverifikasi laporan masyarakat dan memastikan informasi yang disampaikan BMKG benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Dari hasil survei makroseismik dan asesmen bangunan di kedua wilayah tersebut, diketahui bahwa kerusakan yang terjadi umumnya bukan disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan. Kerusakan lebih dipengaruhi oleh faktor usia bangunan, kualitas material, serta penambahan ornamen atau elemen non-struktural. Pola kerusakan juga bersifat sporadis dan tidak terjadi secara masif di satu kawasan tertentu.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadi, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Masyarakat kami minta tetap tenang dan tidak panik. Aktivitas kegempaan terus kami pantau secara intensif dan informasi resmi hanya kami sampaikan melalui kanal resmi BMKG,” ujarnya.

Sementara itu, korban jiwa dan luka yang timbul akibat gempa ini sebagian besar dipicu oleh kepanikan dan respons spontan saat guncangan terjadi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat masih perlu terus diperkuat.

Berkaca dari kejadian tersebut, Stasiun Geofisika Sleman menekankan pentingnya peningkatan upaya mitigasi bencana gempabumi, khususnya bagi masyarakat umum. Edukasi, sosialisasi, dan pelatihan kebencanaan dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai langkah yang tepat sebelum, saat, dan setelah gempabumi, sehingga risiko korban jiwa dan luka dapat ditekan semaksimal mungkin di masa mendatang.

Berita Lainnya

BMKG Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Inovasi Radar Cuaca Non-Polarimetrik Karya Anak Bangsa

BMKG Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Inovasi Radar Cuaca Non-Polarimetrik Karya Anak Bangsa

Cuaca Ekstrem Dampak Nyata Perubahan Iklim, BMKG Tekankan Pentingnya Penguatan Peringatan Dini dan Kolaborasi

Cuaca Ekstrem Dampak Nyata Perubahan Iklim, BMKG Tekankan Pentingnya Penguatan Peringatan Dini dan Kolaborasi

BMKG dan Weathernews Inc. Jalin Kerja Sama Perkuat Sistem Peringatan Dini Berbasis AI

BMKG dan Weathernews Inc. Jalin Kerja Sama Perkuat Sistem Peringatan Dini Berbasis AI