Jakarta, 2 Juli 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kedatangan adik-adik dari Kembangi Kids Club. Mereka diajak berkeliling BMKG untuk belajar mengenal cuaca dan juga gempabumi tsunami melalui berbagai kegiatan seru.
Dimulai dari Taman Alat Meteorologi, adik-adik diajak melihat alat-alat yang dipakai oleh BMKG untuk mengamati cuaca setiap harinya. Didampingi Ulfa Atika Wulandari, adik-adik dijelaskan tentang fungsi serta cara kerjanya satu persatu. Adik-adik jadi tahu bagaimana BMKG mengumpulkan data untuk membuat prakiraan cuaca.
Setelah keliling taman alat, rombongan bergeser ke Museum Geofisika. Mereka diajak melihat seismograf yang digunakan di Indonesia dari masa ke masa. Mulai dari seismograf yang beratnya mencapai 1 ton hingga seismograf digital portabel yang beratnya jauh lebih ringan. Seismograf ini berfungsi merekam getaran tanah saat gempabumi terjadi.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Simulator Gempabumi. Bersama Wakhidatun Nisa dan Egiraldo Makhdafa, adik-adik bergantian masuk ke simulator gempabumi. Merasakan sensasi getaran gempabumi dengan tingkat kekuatan guncangan berbeda-beda, jadi pengalaman edukatif yang seru.
Mempelajari gempabumi dan tsunami bisa dilakukan dengan cara menyenangkan. Ulfa Nisrina Farrah dan Aulia Nurusyifa berbagi wawasan kesiapsiagaan menghadapi gempabumi dan tsunami melalui video, gerak dan lagu, serta permainan-permainan yang menghibur. Pengalaman jadi semakin lengkap saat Jaler Gumawang sharing pengetahuan tentang bermacam kondisi cuaca. Adik-adik diajak bermain games memilih aktivitas yang bisa dilakukan sesuai keadaan cuaca.
Dari kegiatan ini, harapannya dapat meningkatkan pengetahuan mitigasi bencana dan lebih tanggap cuaca sejak dini. Jika sewaktu-waktu alam sedang kurang bersahabat, kita tahu bagaimana caranya melindungi diri dan mengurangi risikonya. (AL)