
Kembali ke Berita Kegiatan
TK Islam Permata Kids Belajar Cuaca dan Gempa Bumi Sejak Dini
28 January 2026
Judith Marris
Berita Kegiatan

Jakarta, 28 Januari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerima kunjungan 26 Siswa TK dan 8 Guru Islam Permata Kids. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan sejak dini mengenai cuaca, gempa bumi, dan tsunami.
Kunjungan diawali denga sesi foto bersama di Depan Gedung A BMKG. Selanjutnya, para siswa diajak berkunjung ke Taman Alat Meteorologi. Para Siswa diperkenalkan dengan berbagai alat pemantauan cuaca, antara lain Alat Termometer Suhu, Panci Penguapan, Campbell Stokes dan Alat Penakar Hujan Observatorium.
Setelah dari Taman Alat, Para Siswa kunjungan ke Museum Geofisika. Di lokasi ini, siswa – siswi memperoleh penjelasan mengenai alat – alat pengukur gempa bumi yang disebut Seismograf, mulai dari peralatan konvensional hingga teknologi modern. Siswa terlihat begitu antusias mendengarkan penjelasan petugas.
Kunjungan dilanjutkan ke Simulator Gempa Bumi dengan mencoba alat simulasi gempa bumi. Baik siswa maupun guru turut mengikuti simulasi sebagai bentuk pembelajaran kesiapsiagaan saat terjadi gempa bumi.
Kemudian Para Siswa menuju ke Ruang Media Center untuk menerima materi edukasi. Diawali dengan materi yang disampaikan oleh Akhmad Fahim, Tim Kerja Produksi dan Diseminasi Informasi Cuaca menjelaskan pengenalan cuaca, meliputi perbedaan cuaca dan iklim, kategori cuaca, unsur cuaca dan iklim, serta dampak cuaca ekstrem.
Materi kedua disampaikan oleh Efa Endang Setiawati, Tim Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, menjelaskan tentang gempa bumi, mulai dari pengertian gempa bumi, penyebab terjadinya gempa bumi, alasan Indonesia rawan gempa, hingga langkah-langkah yang perlu dilakukan saat gempa terjadi serta pengenalan tas siaga bencana.
Dilanjutkan dengan materi ketiga mengenai tsunami yang disampaikan oleh Oktavia Dameria Panjaitan, Tim Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami. Pada materi ini, peserta diperkenalkan dengan pengertian tsunami, penyebab terjadinya tsunami, serta langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapi potensi tsunami.
Kegiatan kunjungan ditutup dengan permainan edukatif. Melalui permainan tersebut, Siswa diajak mempraktikkan pengisian tas siaga sesuai dengan materi yang telah disampaikan.







