Jakarta, 9 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerima kunjungan edukatif dari TK Asa Kiddy House dalam rangka mengenalkan cuaca, gempa, hingga kesiapsiagaan bencana sejak dini. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh keceriaan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi adik-adik karena mereka dapat mengenal BMKG secara langsung melalui berbagai aktivitas interaktif.
Dalam kunjungan ini, adik-adik TK Asa Kiddy House diajak tur mengelilingi beberapa tempat di BMKG, mulai dari mencoba Simulator Gempa Bumi, Taman Alat Meteorologi, hingga Museum Geofisika. Pada sesi simulasi gempa bumi, adik-adik merasakan situasi ketika terjadi guncangan serta diajarkan untuk tetap tenang dan mengikuti arahan keselamatan.
Di Taman Alat Meteorologi, mereka mengenal berbagai alat pemantau cuaca yang digunakan BMKG, seperti sangkar meteorologi, penakar hujan Hellman, panci penguapan, penakar hujan OBS, serta campbell stokes. Kegiatan tour kemudian dilanjutkan ke Museum Geofisika, di mana beragam koleksi alat pendeteksi gempa (seismograf) kuno hingga modern dan informasi mengenai gempa bumi.
Rangkaian tur selesai, adik-adik TK Asa Kiddy House diarahkan menuju Media Center BMKG untuk mengikuti sesi edukasi utama. Kegiatan diawali dengan pemutaran video edukasi mitigasi gempa bumi yang menarik untuk membantu adik-adik memahami langkah-langkah keselamatan saat terjadi gempa bumi dengan cara menyenangkan.
Materi kesiapsiagaan gempa bumi dan tsunami menjadi materi pertama yang disampaikan oleh Efa Endang Setiawati dari Direktorat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG. Dalam pemaparannya, Efa tidak hanya mengenalkan apa itu gempa bumi, alat seismograf, penyebab tsunami, tetapi juga menjelaskan konsep tiga langkah siaga gempa, yaitu sebelum, saat, dan sesudah terjadi gempa bumi.
“Sebelum gempa, adik-adik harus menyiapkan tas siaga dan mengikuti rambu-rambu keselamatan seperti yang ada di sekolah. Saat gempa terjadi, jika berada di dalam ruangan, gunakan teknik drop, cover, and hold on, yaitu merunduk, berlindung di bawah meja, dan berpegangan sampai guncangan berhenti. Sedangkan jika sedang di perjalanan, harus berhenti dan mencari tempat yang aman. Setelah gempa, tetap tenang dan jangan panik, serta ikuti arahan keselamatan,” jelas Efa.
Sesi kedua dilanjut dengan pemaparan materi “Mari Mengenal Cuaca” oleh Akhmad Fahim dari Direktorat Meteorologi Publik, yang memperkenalkan berbagai kondisi cuaca seperti cerah, cerah berawan, berawan, hujan, hingga hujan petir.
Dalam pemaparannya, Fahim menjelaskan bahwa informasi cuaca sangat penting untuk membantu merencanakan aktivitas sehari-hari serta menjaga keselamatan. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan mengajak anak-anak berdiskusi dan menebak kondisi cuaca, sehingga suasana belajar terasa lebih hidup dan menyenangkan.
Selain itu, Fahim turut mengenalkan konsep cuaca ekstrem, yaitu kondisi cuaca yang tidak biasa dan dapat menimbulkan kerugian serta membahayakan keselamatan jiwa dan harta.
“Cuaca ekstrem bisa berupa hujan es, angin kencang, angin puting beliung, kabut, hingga suhu ekstrem. Dampaknya bahaya, ya, adik-adik, bisa menelan korban, menyebabkan kerusakan lingkungan, hingga gangguan psikologis karena kehilangan harta benda,” jelas Fahim.
Untuk menambah semangat belajar, kegiatan juga diisi dengan games interaktif yang dipandu oleh moderator, Miftah Fauziah, mengenai barang-barang yang perlu dibawa saat situasi genting dalam keadaan bencana. Melalui permainan ini, adik-adik diajak mengenal perlengkapan tas siaga, seperti air minum, makanan, obat-obatan, dan senter, sehingga pemahaman tentang kesiapsiagaan bencana dapat diterima dengan cara yang menyenangkan.
Kunjungan edukatif TK Asa Kiddy House ke BMKG ditutup dengan penuh keceriaan dan antusiasme. Melalui kegiatan ini, BMKG berharap edukasi cuaca dan kebencanaan dapat terus ditanamkan sejak usia dini, sehingga anak-anak memiliki pemahaman yang baik tentang lingkungan sekitarnya serta mampu bersikap tanggap dan siaga dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.