
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Selasa, 29 November 2016, dalam rangka memperingati Hari Korps Pegawai Republik Indonesia ke-45, UPT BMKG Semarang yang terdiri dari Stasiun Klimatologi Semarang, Stasiun Meteorologi Maritim Semarang, dan Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang menyelenggarakan kegiatan upacara di halaman kantor Stasiun Meteorologi Maritim Semarang Jl. Yos Sudarso No. 58 Pelabuhan Tanjung Emas. Upacara yang pelaksanaannya digagas oleh dewan pengurus korpri Jawa Tengah ini, diikuti oleh seluruh pegawai dari ketiga UPT dan bertindak sebagai Inspektur Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang. Peringatan Hari Korps Pegawai Republik Indonesia kali ini mengangkat tema “Bersama KORPRI Meneguhkan Netralitas dan Meningkatkan Profesionalisme Aparatur Sipil Negara”. Dalam sambutan tersebut, Presiden RI menekankan bahwa dengan adanya momentum Pilkada serentak 2017 bisa dijadikan sebagai ajang ujian atas netralitas dan profesionalisme bagi seluruh Pegawai Republik Indonesia. Pengabdian yang dilakukan anggota KORPRI bukanlah kepada kepentingan kelompok maupun individu, melainkan hanya untuk kepentingan negara, bangsa, dan rakyat.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.