
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Pinrang – Stasiun Geofisika Gowa menyelenggarakan Sekolah Lapang Gempabumi – Tsunami Ready di Kabupaten Pinrang, Rabu (13/7/2022). Kegiatan ini dihadiri secara virtual oleh Deputi Bidang Geofisika BMKG, Suko Prayitno Adi.
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Geofisika BMKG mengatakan, tataan tektonik Kabupaten yang dilalui oleh Sesar aktif Walanae yang memanjang ke tenggara hingga ke Kepulauan Selayar, menjadikan Pinrang memiliki potensi Gempabumi. Disamping itu lokasinya berhadapan dengan dengan sesar naik Majene-Mamuju di Selat Makassar, membuat pesisir Pantai Pinrang yang memanjang sekitar 90 km dari utara ke selatan, menjadikannya rawan terhadap tsunami.
“Hal inilah yang menjadi alasan BMKG merasa perlu untuk melaksanakan Sekolah Lapang Gempabumi-Tsunami Ready (SLG-TR) di Kabupaten Pinrang,” kata Suko.
Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang, Ir. Budaya. Pemerintah Kabupaten Pinrang menyampaikan apresiasi kepada BMKG atas penyelenggaraan SLG di wilayah Pinrang. Budaya meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan mengikuti kegiatan tersebut sebagai momen untuk meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat Pinrang menghadapi potensi Gempabumi dan tsunami.
“Lebih baik bagi kita menyiapkan diri meskipun tidak terpakai, daripada terpakai tapi kita tidak siap,” seru Budaya pada momen tersebut.
Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengingatkan, Pinrang telah mengalami beberapa kejadian Gempabumi merusak serta tsunami diantaranya peristiawa Gempabumi merusak magnitudo M 6,0 Tahun 1997 yang merupakan Gempabumi terbesar pada Sesar Walanae, diikuti 300 kali gempa susulan.
“Dampak guncangan akibat gempa tersebut sekitar VII MMI yang mengakibatkan 16 orang meninggal, 35 orang luka-luka, 50 rumah rusak berat, lebih dari 200 rumah rusak ringan. Pada Tahun 1969, Tsunami yang bersumber di perairan Majene juga telah berdampak pada pesisir Pinrang perlu juga diwaspadai oleh masyarakat Pinrang,” ungkap Daryono.
“Kegiatan SLG-TR di Kabupaten Pinrang dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu pada 13-14 Juli 2022 dengan diikuti oleh 50 peserta, yang terdiri atas unsur BPBD, TNI-POLRI, Media, SKPD terkait, Masyarakat, PMI, dan Sekolah. Kegiatan ini memfokuskan kepada rencana pembentukan Komunitas Siaga Tsunami di Kelurahan Langnga dan Kelurahan Pallameang pada Kecamatan Mattirosompe, Pinrang,” imbuh Rosa Amelia, Kepala Stasiun Geofisika Gowa dalam laporan yang disampaikannya pada kegiatan tersebut.
Pada kegiatan ini seluruh peserta mendapatkan edukasi terkait potensi kegempaan dan tsunami di wilayah Kabupaten Pinrang, serta upaya kesiapsiagaan menghadapinya. SLG-TR juga menjadi momen untuk mewujudkan masyarakat siaga tsunami berdasarkan 12 indikator yang ditetapkan oleh IOC-UNESCO. Untuk itu BMKG telah menyusun Peta Bahaya Tsunami dan Peta Jalur Evakuasi Tsunami untuk wilayah Kelurahan Langnga dan Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattirosompe, yang merupakan wilayah dampingan calon masyarakat siaga tsunami.
Terwujudnya Masyarakat Siaga Gempa dan Tsunami di Kecamatan Mattirosompe Kabupaten Pinrang sangatlah bernilai strategis. Dalam hal ini selain merupakan upaya untuk mengurangi risiko bencana, juga untuk meningkatkan kepercayaan dan minat para wisatawan maupun dunia usaha untuk semakin mengembangkan wilayah Kabupaten Pinrang dengan pembangunan yang berbasis mitigasi bencana.
*) Stasiun Geofisika Gowa

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.