Bandung, 30 Maret 2026 — Executive Secretary Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organization (CTBTO), Robert Floyd yang didampingi oleh tim Kementerian Luar Negeri, melakukan kunjungan ke Pos Observasi Geofisika Stasiun Geofisika Bandung yang dikelola oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika pada Senin, (30/3). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kerja sama dalam sistem pemantauan global serta peningkatan kapasitas teknis di Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, tim CTBTO meninjau langsung fasilitas International Monitoring System (IMS) yang tersebar di Indonesia, termasuk sistem peralatan, komunikasi data, serta dukungan kelistrikan yang telah mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia memiliki sejumlah stasiun IMS yang berperan penting dalam mendukung pemantauan aktivitas seismik global serta verifikasi larangan uji coba nuklir.
Kunjungan ini turut didampingi oleh jajaran BMKG, di antaranya Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Gempabumi dan Tsunami Rahmat Triyono, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu, serta tim Biro Hukum. Kehadiran para pejabat tersebut mencerminkan komitmen kuat BMKG dalam mendukung kolaborasi internasional serta penguatan sistem pemantauan kebencanaan di Indonesia.
Selain itu, kunjungan ini juga membahas integrasi data IMS ke dalam sistem nasional, termasuk Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS), guna memperkuat sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami di Indonesia. Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi internasional, diharapkan kecepatan serta akurasi diseminasi informasi kebencanaan dapat terus ditingkatkan.
CTBTO juga mengapresiasi komitmen BMKG dalam menjaga kualitas data dan operasional stasiun, yang tidak hanya berkontribusi bagi Indonesia, tetapi juga bagi komunitas global. Stasiun-stasiun tersebut telah menjadi rujukan penting dalam penyediaan data berkualitas tinggi serta pertukaran informasi internasional.
Kunjungan ini diharapkan semakin mempererat sinergi antara Indonesia dan CTBTO, khususnya dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan teknologi, serta peningkatan peran Indonesia dalam sistem pemantauan global.