
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Sorong, 9 September 2024 – Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan global terbesar abad ini, dengan dampaknya yang mulai dirasakan secara signifikan di berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Papua Barat Daya, sebagai wilayah yang kaya akan keanekaragaman hayati dan sumber daya alam, tidak terlepas dari ancaman perubahan iklim.
Kondisi ini menuntut adanya upaya konkret dalam meningkatkan kesadaran dan literasi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya memahami, mengatasi, dan beradaptasi dengan perubahan tersebut. Sebagai bentuk respons terhadap tantangan ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global (PAG) Puncak Vihara Klademak Sorong menggandeng Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) untuk memperkuat literasi iklim di kalangan generasi muda Provinsi Papua Barat Daya.
Kegiatan Literasi Iklim dan Kualitas Udara Stasiun PAG Sorong dengan tema “Wujudkan Generasi Muda Yang Tanggap dan Peduli Aksi Perubahan Iklim”, dilaksanakan di UNAMIN Sorong yang melibatkan para mahasiswa lintas jurusan; Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, Kehutanan, Agroteknologi, dan Manajemen Sumber Daya Perairan.
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Plt. Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG, Bapak Marjuki, M.Si, dalam sambutannya, Marjuki memaparkan bahwa adaptasi dan mitigasi merupakan dua langkah beriringan yang harus dilakukan dalam upaya menghadapi perubahan iklim.
Lebih lanjut Marjuki menambahkan bahwa Kedua langkah tersebut harus dilakukan, karena tantangan kedepan adalah membangun ditengah kejadian perubahan iklim, tetap berlanjut, yang mana salah satu tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ke-13 adalah Climate Action.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 9 – 10 September 2024 ini terbagi menjadi 2 kegiatan, yaitu materi kuliah umum tentang Pengenalan BMKG dan Literasi Iklim oleh Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global Sorong,
selain untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai fenomena perubahan iklim serta langkah-langkah mitigasi dan adaptasi yang dapat diambil. Kolaborasi ini juga diharapkan mampu memberdayakan generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan di daerahnya.
“Dalam laporan IPCC, generasi muda yang lahir pada tahun 2020 akan mendapatkan paparan perubahan iklim yang lebih hebat. Apakah kita akan menunggu saja atau kita lakukan aksi sejak dini. Untuk itulah BMKG aktif merangkul generasi muda. Dengan memberi pembekalan dan literasi terkait perubahan iklim kepada generasi muda, merupakan upaya penting dalam mempersiapkan generasi muda yang kelak akan mengisi sektor-sektor penting dalam langkah mengurangi dampak perubahan iklim”, jelas Bapak Marjuki, M.Si dalam sambutannya
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerjasama, Sumber Daya dan Unit Usaha UNAMIN Sorong, Bapak Ir. H. Irman Amri, S.T., M.T.IPM, mengajak para mahasiswa sebagai Agent of Change, dengan pengetahuan yang dimiliki dapat menjadi bagian yang berkontribusi pada perbaikan-perbaikan antisipatif dengan mulai dari melakukan hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mencegah kondisi terburuk dari dampak perubahan iklim.
Pengenalan Unsur-Unsur MKKu dan Peralatan Observasi, Pemahaman Informasi Iklim dan Aksi Iklim, Atasi Dampak Perubahan Iklim dan Pencemaran Udara di Kalangan Generasi Muda, hingga Climate Influencer; Menyiapkan Komunitas Masyarakat Sadar Iklim dan Tanggap risiko Bencana.
Keempat paparan materi disampaikan oleh Pejabat BMKG Pusat serta Pegawai fungsional Stasiun PAG Sorong. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta, khususnya mahasiswa sebagai generasi muda, dapat memahami lebih baik bagaimana perubahan iklim mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka serta mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
(Kontributor: Ayu Diah Syafaati)

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.