
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Surabaya (23/10) – Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya menerima kunjungan dari Universitas Trunojoyo Madura. Kunjungan kali ini untuk mengetahui materi tentang unsur-unsur cuaca maritim dan segala hal yang terkait dengan kemaritiman.
Dalam kunjungan ini diikuti sebanyak 138 mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura. Penyampaian materi disampaikan oleh para forecaster senior yang sedang bertugas dibawah bimbingan langsung Kepala Seksi Observasi dan Data Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya Bapak Sutarno, SE.
Keberadaan BMKG Maritim menjadi peran yang sangat strategis bagi pendidikan kemaritiman di Jawa Timur kususnya dalam hal penyampaian data-data kemaritiman. Ke depannya, Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya melihat peluang kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan untuk kemajuan sektor maritim di Jawa Timur.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.