
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Makassar – Stasiun Meteorologi Maritim Paotere Makassar menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di dua tempat, yang berlangsung di Pelabuhan Perikanan Lonrae Kab. Bone pada 3 April 2021 serta Pelabuhan Perikanan Bonto Bahari Kab. Maros pada 12 April 2021.
Dalam Laporannya, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Paotere Makassar Irwan Nasution menjelaskan jika sebanyak 35 orang Nelayan dari Kab. Bone dan 40 Orang Nelayan Kab. Maros menjadi peserta SLCN kali ini. Anggota Komisi V DPR-RI Dr. H. Muh. Aras, S.Pd, MM turut serta hadir pada kegiatan ini dan dalam sambutannya, Muh. Aras menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program SLCN ini dan berharap kegiatan ini dapat lebih banyak lagi dilaksanakan bahkan bisa menjangkau nelayan di setiap desa.
“Kami akan terus mendukung pelaksanaan SLCN ini di Komisi V DPR RI. Saya juga berpesan kepada nelayan untuk bersungguh sungguh mengikuti kegiatan SLCN ini dan berharap dengan mengikuti kegiatan ini nelayan dapat meningkatkan pengetahuan sehingga dapat meningkatkan hasil tangkapan namun tetap menjaga keselamatan dalam aktivitas menangkap ikan,” tutur Muh Aras.
Pada kesempatan ini juga turut hadir secara daring, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto. Dalam sambutannya Guswanto menyampaikan terimakasih atas dukungan Komisi V DPR-RI terhadap program-program BMKG termasuk SLCN ini. Guswanto berharap agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada para peserta.
Kegiatan SLCN di dua tempat ini dihadiri juga secara langsung maupun virtual oleh Kepala Pusat Meteorologi Maritim Eko Prasetyo, Kepala Balai Besar MKG Wilayah IV Makassar Darmawan, Kepala UPT BMKG di wilayah Sulawesi Selatan dan Kepala Stasiun Meteorologi Maritim se-Indonesia serta Stakeholder dibidang maritim berterimakasih atas seluruh dukungan seluruh pihak sehingga kegiatan SLCN ini dapat berlangsung.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.