
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Surabaya – Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya telah menandatangani Deklarasi Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada hari Kamis (11/7).
Deklarasi ini juga diikuti oleh 12 institusi lain di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, diantaranya Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Distrik Navigasi Kelas I Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya.
Deklarasi ini merupakan bentuk implementasi dari amanat Peraturan Presiden (Perpres) No. 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pemberantasan Korupsi dan PermenPAN-RB No. 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM di lingkungan instansi pemerintah.
Dalam sambutan Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha, disampaikan bahwa Zona Integritas sendiri merupakan predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya memiliki komitmen mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Keikutsertaan Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya dalam deklarasi ini menunjukkan bahwa tata kelola organisasi stasiun baik. Penilaian ini didasarkan pada beberapa aspek, seperti transparansi, akuntabilitas, partisipatif, pengukuran kinerja individu, dan efektif dalam memberikan pelayanan informasi publik.
Setelah ini, Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya dapat mulai membangun secara bersama-sama dalam meningkatkan manajemen perubahan, termasuk penataan tata laksana, penataan sistem manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), serta penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan dan peningkatan pelayanan publik. Selain itu, perubahan pola pikir dan perilaku kerja bagi pimpinan dan jajaran institusi yang telah mendeklarasikan sebagai zona integritas menuju WBK dan WBBM.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.