
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Sleman, 16 Juni 2025 — Stasiun Geofisika Kelas I Sleman menggelar presentasi akhir sekaligus penutupan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dikenal juga dengan nama Stasiun Geofisika Mengajar, pada Senin (16/6) di Grha Stasiun Geofisika Sleman.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Stasiun Geofisika Sleman, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama empat bulan sejak Februari 2025. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 67 mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi berbeda di Indonesia.
Selama program berlangsung, para peserta MBKM dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai tema spesifik yang disesuaikan dengan kompetensi masing-masing serta kebutuhan Stasiun Geofisika Sleman. Tema tersebut meliputi berbagai bidang kegeofisikaan seperti pemantauan gempa bumi, analisis data seismik, edukasi kebencanaan, serta diseminasi informasi geofisika kepada masyarakat.
Program Stasiun Geofisika Mengajar bertujuan untuk mendekatkan dunia akademik dengan praktik profesional di lapangan, sekaligus mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang geofisika dan kebencanaan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja nyata, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam menyampaikan informasi kebencanaan secara tepat dan ilmiah,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Sleman dalam sambutannya.
Kegiatan presentasi akhir menjadi momen evaluasi dan refleksi atas hasil kerja para peserta, serta sebagai bentuk akuntabilitas program kepada seluruh pemangku kepentingan. Dengan ditutupnya program ini, Stasiun Geofisika Sleman menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pelaksanaan program MBKM dan kerja sama dengan perguruan tinggi di masa mendatang.
Humas BMKG DIY

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.