
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Gunungsitoli – Selasa (7/11), Stasiun Geofisika Gunungsitoli Nias Sumatera Utara melaksanakan kegiatan “BMKG Goes To School” Dalam mengawali kegiatan ini, Djati Cipto Kuncoro, S.Si selaku Kepala Stasiun Geofisika Gunungsitoli. Pada sambutannya beliau menyampaikan apresiasi terhadap antusias siswa dan siswi dalam kegiatan ini dan perwakilan beberapa guru. Kepulauan Nias , bila dilihat dari seismisitas kegempaan adalah merupakan daerah yang termasuk rawan akan bencana gempabumi mengingat pada tahun 2005 Nias dan Kota Gunungsitoli merupakan daerah yang terdampak akibat gempabumi dan tsunami Aceh tahun 2004. Dan belum ada kata terlambat, jika siswa diperkenalkan akan keberadaan BMKG dan bencana gempabumi , tsunami di Nias. Renate Maruhawa, dewan guru yang mewakili Kepala sekolah SMA Negeri 1 dalam sambutannya sangat berterimakasih akan kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh BMKG sehingga menambah wawasan bagi kami para pendidik serta siswa dan siwi didik kami di sekolah, Bapak/ibu guru juga para siswa sangat antusias dalam mendengarkan dan bertanya tentang BMKG, Kegempaan dan tsunami juga keinginan untuk dapat bersekolah di STMKG.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.