
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

ACEH (7 Juni 2024) – Stasiun Geofisika Aceh Besar menggelar Workshop Peta Bahaya Tsunami pada Kamis, (6/6) di ruang rapat. Workshop dibuka oleh Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin. Kegiatan diawali dengan paparan dari Koordinator Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami wilayah Samudera Hindia-Pasifik, Suci Dewi Anugerah.
Suci menyampaikan bahwa kegiatan workshop dilakukan bersamaan dengan proses verifikasi nasional tahap 1 dari 3 tahap yang direncanakan. “Tahap verifikasi meliputi tahap kajian (assessment), kesiapsiagaan (preparednes), dan respon (response),” kata Suci.
Lebih lanjut, Suci menuturkan kegiatan workshop ini tidak hanya menyampaikan hasil kajian peta bahaya tsunami yang dilakukan oleh BMKG, tetapi juga berdiskusi dengan pemerintah daerah dan gampong terkait kesesuaian peta bahaya tsunami yang ada dengan kondisi di lapangan.
Kemudian, paparan terkait peta bahaya tsunami di Banda Aceh disampaikan juga oleh Muhammad Harvan dan Rudianto. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi peningkatan kapasitas masyarakat desa terkait indikator peta bahaya tsunami, jumlah penduduk berpotensi terdampak tsunami, dan inventarisasi sumber daya ekonomi, politik, sosial dan infrastruktur.
Diskusi peningkatan kapasitas dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan yang menstimulasi pemahaman masyarakat terkait bahaya tsunami di wilayah desa yang bersangkutan. Diskusi diharapkan menghasilkan kesimpulan terhadap bahaya tsunami di masing – masing desa yang disepakati bersama.
Sementara itu, kegiatan ini dihadiri juga oleh BPBA, BPBD Banda Aceh dan BPBD Aceh Besar, Camat Meuraxa, Kuta Raja dan Lhoknga, Kepala Gampong (Keuchik) dan perangkat gampong dari Deah Glumpang, Gampong Jawa, Lam Kruet, dan Mon Ikeun. Serta perwakilan UPT Mitigasi Bencana – TDMRC dan PT. SBA.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.