
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Sorong – Kamis (26/7)Diawali oleh Opening Meeting yang dihadiri oleh Kepala Stasiun Meteorologi Seigun Sorong Erasmus Kayadu S.Si, M.Si , auditor dan seluruh Pegawai bertempat di Ruang Rapat Stamet Sorong, dalam arahannya Kasmet Sorong menegaskan pentingnya sertifikasi Stasiun meteorologi untuk melayani penerbangan di daerah.
Surveillance Audit oleh NQA (National Quality Asurance) di Stasiun Meteorologi Seigun Sorong, Audit kali ini dimaksudkan untuk Pemeliharaan ISO 9001:2015 Stasiun Meteorologi Penerbangan.
Proses audit dilakukan untuk seluruh proses pelaksanaan kegiatan di stasiun penerbangan, dari proses administrasi perkantoran, Teknis, peralatan, keselamatan sampai dengan pelayananan dan proses mengahasilkan serta diseminasi informasi.
Audit yang dilakukan oleh auditor NQA memberikan apresiasi kepada stamet seigun sorong, sasaran mutu ditingkatkan melalui kompetensi yang lebih baik sehingga mutu yang dihasilkan oleh setiap unit dapat tercapai sesuai dengan yang direncanakan.
Kesimpulan dari audit NQA kali ini Stasiun Meteorologi Seigun Sorong Masih dapat melanjutkan dan mempertahankan ISO 9001:2015.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.