
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Bandar Lampung (28/02),pukul 10.30 WIB bertempat di studio 2 Gedung Inews TV Lampung dalam acara Special Reports”Menanggulangi Banjir” Rudi Hariyanto, S.Kom sebagai Kasie Datin yang mewakili Kasmet Radin Inten II Lampung menjadi salah satu Narasumber bersama Kepala BPBD Lampung Mardiono.
Dalam Special Reports yang berdurasi 1 Jam Rudi Hariyanto, S.Kom menyampaikan bahwa BMKG Lampung memiliki produk-produk berupa info cuaca, baik prakiraan cuaca harian, tiga harian dan tujuh harian dan info peringatan dini. Dengan produk-produk info cuaca dan warning cuaca yang dimiliki BMKG saat ini sangat membantu para stek holder yang berada di Provinsi Lampung dalam menanggulanggi bencana Banjir dan longsor. Mitigasi bencana yang menjadi SOP BMKG Lampung salah satunya dengan Deseminasi info cuaca harian, 3 harian, 7 harian dan peringatan dini dengan media WA, FB, Email kepada seluruh stekholder di lampung yaitu : BPBD, TNI, Kepolisian, SAR, Pemda dan Masyarakat Lampung.
Pada akhir acara Rudi berpesan kepala seluruh masyrakat Lampung untuk terus mewaspadai kondisi cuaca beberapa hari kedepan sampai akhir bulan Maret 2018, dan bilamana ingin mendapatkan info cuaca terkini atau ingin menanyakan terkait cuaca Lampung dapat menghubungi nomor call center Stamet Radin Inten II Lampung 0816404333.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.