
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Senin, 30 Mei 2016 Kegiatan uji kompetensi Aeronautical Meteorological Porsonnel (AMP) Observer dan Forecaster Tahun 2016 di Stasiun Meteorologi Binaka Gunungsitoli Nias berlangsung dari tanggal 30 Mei s/d 02 Juni 2016. Diawali dengan pembukaan oleh Kepala Stasiun Meteorologi Binaka Gunungsitoli Bpk. Supriandi, SP, M.Si dan sambutan dari ketua tim assesor yaitu Kasubid Bina Operasi Meteorologi Penerbangan, ibu Kholis Indirawati, S.T yang didampingi oleh Kasi Obs Stamet Kuala Namu Medan, ibu Romauli Kristiana S, ST. Tahapan ujian kompetensi AMP dimulai dengan test teori, wawancara dan praktek mengenai Standard Operating Prosedure (SOP) kegiatan Observer dan Forecaster yang diikuti oleh 6 pegawai yaitu 4 pegawai observer dan 2 pegawai forecaster.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.