
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Bima, Jumat (5/10) Stasiun Meteorologi Kelas III Sultan Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin Bima melaksanakan Sosilisasi Penerapan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak. Kegiatan ini dihadiri BPBD kota dan Kab Bima, Diskominfo kota dan Kab Bima, ORARI, MDMC, media, dan beberapa instansi mitra BMKG lainnya. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk menyamakan persepsi dengan para stakeholder terkait informasi cuaca dan merubah paradigma masyarakat terkait informasi cuaca yang diberikan, dimana informasi cuaca yang bersifat umum menjadi informasi berbasis dampak dengan cara membangun sistem Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Berbasis Dampak Banjir khususnya untuk wilayah Bima – Dompu.
Dalam paparannya, Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin Kelas III Bima, Satria Topan Primadi, S.Si menyampaikan bahwa sistem peringatan dini berbasis dampak banjir ini belajar dari pengamalan Banjir Bandang 21 dan 23 Desember 2016 lalu, dengan adanya Matriks Dampak dan Matriks Respon serta Aplikasi peringatan Dini Cuaca Ekstrem Berbasis Dampak Banjir di wilayah Bima – Dompu dapat mengurangi dampak kerugian baik jiwa dan harta. Diharapkan dengan adanya prakiraan berbasis dampak banjir ini dapat memudahkan dalam pengambilan keputusan tanggap darurat bencana banjir di wilayah Bima – Dompu dengan potensi bencana dapat di deteksi lebih dini (awal).
Harapan dari implementasi sistem peringatan dini cuaca ekstrem berbasis dampak banjir dapat berjalan cepat, tepat serta bermanfaat bagi stakeholder kebencanaan yang ada di wilayah Bima sehingga kegiatan siap siaga bencana dapat berjalan secara kontinu.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.