
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Mataram,Stasiun Klimatologi Kediri NTB menggelar acara Sosialisasi Agroklimat untuk TNI selama 2 hari mulai Rabu 26 Oktober 2016 bertempat di Fave Hotel Mataram.
Sosiaslisasi ini ditujukan kepada para Babinsa (Bintara Pembina Desa) di Kodim 1606 Kabupaten Lombok Barat. Acara ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh BMKG bekerja sama dengan TNI.
Kerja sama ini dinilai penting untuk dilakukan mengingat TNI melalui Babinsa juga melakukan pendampingan terhadap petani dalam upaya meningkatkan swasembada Pangan. Oleh karena itu pemahaman tentang cuaca dan iklim menjadi penting untuk dimiliki oleh Babinsa. Materi yang diberikan dalam Sosialisasi ini antara lain Pengenalan Cuaca dan Iklim, Pemahaman Informasi Iklim, dan Iklim Ekstrem.
Agung Fauzi, Kasubid Iklim Lingkungan BMKG dalam sambutannya mewakili Deputi bidang klimatologi mengatakan tujuan diadakannya sosialisasi agroklimat ini adalah untuk membimbing Babinsa agar mampu menterjemahkan informasi iklim yang masih dalam bahasa operasional, menjadi bahasa yang lebih mudah dipahami.
Wakodim, Kepala Stasiun Klimatologi Kediri NTB yang ditemui selepas pembukaan menuturkan , Babinsa harus mengerti Iklim karena merupakan pendamping petani di lapangan.Hal tersebut lantaran cuaca dan iklim menentukan kapan waktu yang tepat untuk tanam dan panen.
Sementara itu Kapten I Nyoman Dirga selaku Kasi Personalia Kodim NTB mengatakan pihaknya memberikan pendampingan khususnya terkait swasembada pangan.
Peran babinsa adalah mendampingi PPL di tingkat kecamatan, sehingga dengan adanya pelatihan agroklimat ini para Babinsa yang merupakan ujung tombak TNI di tingkat desa dapat memberikan informasi terkait iklim yang didapat dari BMKG, ujar Nyoman.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.