
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Sorong, Selasa (31/05/2016) Stasiun Meteorologi Jefman Sorong mengadakan kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tahap II di Hotel Swiss Bell Internasional Sorong. Kegiatan yang mengangkat tema “Melalui Sekolah Lapang Iklim, Kita Tingkatkan Pemahaman Informasi Iklim Guna Mendukung Ketahanan Pangan Di Provinsi Papua Barat“ dibuka Kepala Pusat Iklim Agroklimat dan Iklim Maritim Dra. Nurhayati, M.Sc. Turut hadir dalam pembukaan acara ini Kepala Stasiun Meteorologi Jefman Sorong Rahawarin Frans. S.Si, Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten sorong, Kepala Kantor Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan, Kehutanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong, Kepala Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Kabupaten Sorong, dan Komandan Kodim 1704 Sorong. Kegiatan yang diselenggarakan hingga 2 Juni 2016 bertujuan untuk menyampaikan informasi iklim BMKG kepada masyarakat khususnya petani di Provinsi Papua Barat melalui kolaborasi bersama dengan Penyuluh Pertanian Lapangan dan Babinsa (Bintara Pembina Desa) yang diundang sebagai peserta. Sebanyak 25 orang Penyuluh Pertanian Lapangan tersebut berasal dari 13 Kota dan Kabupaten yang tersebar di Provinsi Papua Barat.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.