
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Kendari (10/4) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari memberikan
pemahaman cuaca dan iklim serta informasi Kelautan kepada petugas
penyuluh lapangan Perikanan,Kelompok Nelayan dan Operator Simail
Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Sekolah Lapang Iklim Nelayan Tahap
2. Para Penyuluh Lapangan Perikanan ini yang nantinya akan menjadi
ujung tombak dalam menyampaikan Informasi Kelautan dari BMKG kepada
para nelayan. Kegiatan SLI Nelayan Tahap 2 ini diikuti 25 orang
terdiri dari PPL Perikanan, Kelompok Nelayan dan Operator SIMAIL dari
Kabupaten Buton, Kab Buton Utara, Kab.Buton Selatan, Kab.Buton Tengah,
Kotamadya BauBau dan Kota Kendari.
Kegiatan Ini dilaksanakan dari tanggal 10 – 13 April 2017 di Hotel Wixel Kendari, dan resmi dibuka oleh Kepala Bidang Informasi Meteorologi Maritim BMKG, bapak Agus Wahyu Raharjo, SP. selama kegiatan berlangsung, para Peserta SLI Nelayan Tahap 2 diberikan Pemahaman tentang daerah tangkapan ikan (Fishing Ground) dari DKP Provinsi Sultra, Pemahaman Cuaca dan Iklim, Pembentukan Awan, Hujan dan Gelombang serta pemahaman Informasi Cuaca Kelautan yang diberikan BMKG. Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari ini menggunakan metode partisipatif dan keterlibatan peserta dalam proses pembelajaran.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.