
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Tangerang – Selasa (21/11), selama empat hari berturut-turut (16-21/11) Stasiun Geofisika Klas I Tangerang dikunjungi siswa-siswi dari SD hingga SMK. Kunjungan tersebut disambut oleh Kepala Stasiun Geofisika Klas I Tangerang, Teguh Rahayu, S.Kom, MM di Lobby BMKG Tangerang.
Kunjungan tersebut berasal dari siswa-siswi SMKN 2 Tangerang dari jurusan Pertanian dan Agrobisnis, Teknologi pangan, dan holtikutura, SD Batuceper 2 Tangerang, dan SD Cimone 4 Tangerang. Pada setiap kunjungan diikuti oleh 30 orang siswa-siswi. Kunjungan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan para siswa-siswi mengenai peran serta BMKG Tangerang dan unsur-unsur MKKuG terutama yang terkait dengan kegempaan dan iklim.
Selain itu, perlunya pengenalan sejak dini gempabumi dan unsur-unsur pembentuk cuaca dan iklim kepada siswa-siswi. Termasuk juga sikap tanggap dan kesiapsiagaan terhadap bencana. Harapannya, siswa-siswi tersebut akan semakin peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.