
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Lampung, Rabu 01/11, Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung mendapat kunjungan dari SDIT Pelita Khoirul Ummah Bandar Lampung. Ada 30 siswa dan 4 Guru pendamping yang berkunjung.
Dalam sambutannya Bpk Rudi harianto, S.Kom selaku Kepala Seksi Data dan Informasi yang mewakili Kasmet Radin Inten II Lampung menyampaikan apresiasi Sekolah yang berinisiatif memasukan materi pembelajaran siswa dengan belajar di lapangan (Field Study), tentang” Mengetahui alat yang digunakan dalam perkiraan cuaca, angin, suhu dan kelembaban” yang ada di Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung serta pengetahuan umum mengenal Cuaca dan Iklim.
Sesi dibagi menjadi dua yaitu penjelasan teori meteorologi (iklim dan cuaca) yang dilakukan di Aula Kantor Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung dan penjelasan mengenai sistem kerja alat-alat Meteorologi dan pengukurannya. Teori Meteorologi diberikan oleh Ibu Eva Nurhayati, M.Si dan Ibu.Damil Amidayantik, ST, sedangkan penjelasan mengenai alat-alat Meteorologi dan pengukurannya diberikan oleh Bpk Kasroh, ST dan Ibu. Pety Yuliana Sari, S.Tr.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.