
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Kamis (14/12) , Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung mendapat kunjungan dari Madrasah Tsanawiyah Ikhlas Beramal Metro. Ada 41 siswa-siswi dan 8 Guru pembimbing yang berkunjung.
Dalam sambutannya Bpk Rudi harianto, S.Kom selaku Kepala Seksi Data dan Informasi yang mewakili Kasmet Radin Inten II Lampung mengatakan sangat senang dan bangga atas kunjungan dari siswa-siswi MTS Ikhlas Beramal Metro yang ingin mengetahui jenis-jenis peralatan yang ada di Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung.
Adapun teknis dalam kunjungan kali ini dibagi menjadi dua bagian yaitu penjelasan secara umum (iklim dan cuaca) yang dilakukan di Aula Kantor Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung. Kemudian penjelasan mengenai sistem kerja alat-alat Meteorologi dan pengukurannya. Teori mengenai (iklim dan Cuaca) disampaikan oleh Ibu Eva Nurhayati, M.Si dan Ibu Damil Amidayantik, ST dalam bentuk media slide power point dan diskusi tanya jawab. Sedangkan praktek lapangan mengenai alat-alat Meteorologi dan pengukurannya di dampingi oleh Bpk Heri Setio Widodo, S.P dan Bpk Rizal Hidayat, A.Md.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.