
Sinergi Mitigasi Bencana Jatim, BMKG Juanda Paparkan Kesiapan Data Iklim Hadapi Kemarau 2026
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.
Kembali ke Berita Daerah

Sidoarjo, 11 Maret 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah sebagai upaya menanggulangi dampak banjir dan memitigasi risiko bencana hidrometeorologi di Kabupaten Lamongan. Sinergi ini diwujudkan melalui kunjungan koordinasi Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bersama Kalaksa BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, ke kantor BMKG Juanda, Rabu (11/3/2026).
Pertemuan strategis ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam penanganan wilayah terdampak banjir di Kabupaten Lamongan serta mematangkan rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi.
Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, dalam kesempatan tersebut memaparkan analisis dinamika atmosfer terkini di wilayah Jawa Timur. Ia menekankan bahwa pemaparan ini merupakan landasan ilmiah yang krusial bagi pemerintah daerah dalam memetakan zona risiko.
“Data cuaca yang akurat menjadi instrumen krusial bagi Pemkab Lamongan dan BPBD Jatim untuk menentukan langkah penanganan yang lebih cepat dan terukur di lapangan, terutama pada wilayah-wilayah dengan kerawanan tinggi,” jelas Taufiq.
Menanggapi paparan tersebut, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa kolaborasi dengan BMKG sangat penting untuk memastikan keselamatan warga di bantaran sungai dan jalur poros nasional.
Sementara itu, terkait intervensi cuaca, Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, memastikan kesiapan instansinya untuk mengambil langkah taktis bersama BMKG. Menurutnya, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan segera dioptimalkan sebagai langkah mitigasi apabila tren cuaca dari pantauan BMKG terus menunjukkan kondisi ekstrem. Langkah ini diprioritaskan guna mencegah ancaman yang lebih besar terhadap permukiman warga dan akses transportasi utama di Jawa Timur.
Melalui integrasi data cuaca dari BMKG dan langkah mitigasi terpadu lintas instansi ini, diharapkan penanganan bencana hidrometeorologi dapat berjalan lebih responsif. Komitmen bersama ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin keselamatan dan kesejahteraan masyarakat luas, khususnya di wilayah terdampak banjir Kabupaten Lamongan.
Tim Humas
Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan cuaca ekstrem.

Dalam upaya memperkuat langkah antisipasi dan kewaspadaan menghadapi Musim Kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Bengkulu menggencarkan diseminasi informasi iklim kepada para pemangku kepentingan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Yogyakarta menerima kunjungan kerja Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, (2/4). Kunjungan kerja yang dilakukan di Stasiun Klimatologi Yogyakarta ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif dan BMKG dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada periode pancaroba hingga musim kemarau di wilayah DIY.